Profil Shane Tamura, Pelaku Penembakan Brutal di Manhattan Tewaskan Polisi
Shane Tamura diketahui berasal dari Hawaii dan kemudian pindah ke Las Vegas.
Shane Tamura, pria berusia 27 tahun, telah diidentifikasi sebagai pelaku penembakan di sebuah gedung perkantoran di kawasan Midtown Manhattan pada Senin malam waktu setempat. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya empat orang.
Departemen Pemadam Kebakaran New York (FDNY) menyatakan tim darurat menerima laporan adanya penembakan di gedung kantor Park Avenue pada pukul 18.28.
Gedung tersebut diketahui menjadi kantor sejumlah perusahaan keuangan papan atas AS, termasuk raksasa ekuitas swasta Blackstone dan Liga Sepak Bola Nasional (NFL).
Siapa Shane Tamura?
Shane Tamura diketahui berasal dari Hawaii dan kemudian pindah ke Las Vegas. Berdasarkan kartu identitas yang viral di media sosial dan menampilkan foto mugshot-nya, Tamura diketahui memiliki izin membawa senjata api tersembunyi.
Izin tersebut diterbitkan pada 14 Juni 2022 dan berlaku selama lima tahun. Ia juga pernah memiliki lisensi sebagai penyelidik swasta, meski lisensi tersebut kini sudah kedaluwarsa. Mengutip NDTV, Selasa (29/7), Tamura sempat bermain sebagai atlet football untuk Granada Hills, sebagaimana terlihat dalam video tahun 2015 yang kini kembali beredar.
Dalam video tersebut, ia tampak bersemangat membahas kemenangan yang baru diraihnya.Baru-baru ini, Tamura bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah kasino di Las Vegas, menurut laporan New York Post.
Polisi telah mengamankan senapan milik Tamura, jenis assault rifle Palmetto State Armory AR-15, yang ditemukan berlumuran darah. Sebuah kendaraan berpelat Nevada yang terdaftar atas nama Tamura juga ditemukan di lokasi kejadian.
Di dalam mobil tersebut, polisi menemukan kotak senapan berisi peluru, pistol revolver yang terisi, amunisi, beberapa magazin, ransel, serta obat-obatan yang diresepkan untuk Tamura.
Mobil itu telah diperiksa oleh tim penjinak bom dan dinyatakan bebas dari bahan peledak. Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa Tamura menempuh perjalanan lintas negara menggunakan mobilnya, melewati Colorado pada 26 Juli dan tercatat berada di Columbia, New Jersey, pada pukul 16.24 Senin.
Ia memasuki kota New York tidak lama setelah itu.Komisaris Polisi New York, Jessica Tisch, menyatakan bahwa Tamura memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Namun sejauh ini, penyelidikan belum menemukan catatan kriminal atas namanya. Motif penembakan masih dalam penyelidikan.
Kronologi penembakan
Pelaku terlihat mengenakan rompi antipeluru dan membawa senapan panjang saat memasuki gedung perkantoran setinggi 44 lantai di Park Avenue — hanya beberapa blok dari Grand Central Station, Rockefeller Center, dan Museum of Modern Art.
Menurut keterangan Komisaris Jessica Tisch dalam konferensi pers, Tamura pertama kali menembak seorang petugas kepolisian New York (NYPD).
Setelah itu, ia menembak seorang perempuan yang berusaha berlindung di balik tiang, lalu menembak petugas keamanan yang bersembunyi di balik meja keamanan. Satu pria lainnya juga ditembak di area lobi.
“Setelah itu, ia memanggil lift dan naik ke lantai 33, yang merupakan kantor Rudin Management. Di sana, ia berjalan mengelilingi lantai sambil melepaskan tembakan. Satu orang tewas di lantai itu. Ia lalu berjalan di lorong dan menembak dirinya sendiri di bagian dada,” kata Tisch.
Total, Tamura menembak lima orang, empat di antaranya tewas, termasuk seorang petugas NYPD bernama Islam. Tiga korban sipil yang meninggal adalah dua pria dan satu wanita. Seorang pria lainnya mengalami luka parah dan saat ini dalam kondisi kritis.
Setelah melakukan aksinya, Tamura sempat membarikade diri di dalam gedung pencakar langit tersebut. Ia ditemukan tewas karena luka tembak yang diduga dilakukan sendiri di lantai 33, di dekat korban lainnya, menurut sumber New York Post.
Tanpa mengungkap terlalu banyak detail, Komisaris Tisch menegaskan, “Saat ini lokasi telah diamankan dan pelaku tunggal telah dinetralkan.” Insiden ini memicu kepanikan massal di sekitar lokasi. Puluhan mobil polisi terlihat mengamankan area, dan sebuah helikopter berputar di atas lokasi kejadian.
NYPD juga mengeluarkan imbauan kepada warga untuk menghindari area East 52nd Street, antara Park Avenue dan Lexington Avenue.
“Harap waspadai kendaraan darurat dan keterlambatan lalu lintas di sekitar lokasi,” demikian bunyi peringatan tersebut.