Isinya Penuh Emosi, Surat Terakhir Shane Tamura Pelaku Penembakan Brutal di Manhattan Ditemukan Polisi

Shane Tamura, pelaku penembakan massal di Manhattan, ditemukan tewas bunuh diri setelah membunuh empat orang. Ia tinggalkan surat terakhir.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Isinya Penuh Emosi, Surat Terakhir Shane Tamura Pelaku Penembakan Brutal di Manhattan Ditemukan Polisi
Isinya Penuh Emosi, Surat Terakhir Shane Tamura Pelaku Penembakan Brutal di Manhattan Ditemukan Polisi (X)

Kepolisian New York City (NYPD) menemukan surat bunuh diri yang ditinggalkan Shane Tamura, tersangka penembakan massal di gedung perkantoran 345 Park Avenue, Manhattan, yang menewaskan empat orang.

Temuan itu diperoleh saat penyidik menggeledah apartemen studio milik Tamura di Las Vegas, Selasa (30/7) waktu setempat.

Mengutip ABCNews, Kamis (31/7), Tamura (27) diketahui melintasi lebih dari 3.200 kilometer dari Las Vegas ke New York City untuk melancarkan serangan pada Senin malam.

Ia masuk ke gedung bertingkat di Midtown Manhattan sekitar pukul 18.30 dengan mengenakan rompi antipeluru dan membawa senapan semi-otomatis AR-15. Pelaku kemudian menembak mati empat korban sebelum menembak dirinya sendiri di lantai 33.

Dalam surat yang ditemukan di apartemennya, Tamura menulis kepada kedua orang tuanya. Berikut isinya:

“Ketika aku melihat ke mata Ibu dan Ayah, yang kulihat hanya kekecewaan. Aku mencintaimu, Mama. Maafkan aku.”

Penggeledahan juga mengungkap sejumlah barang, termasuk tripod senjata, satu peluru senapan, dan 100 peluru 9mm. NYPD juga mewawancarai atasan Tamura di tempat kerjanya, Horseshoe Hotel and Casino, Las Vegas.

Atasan tersebut mengaku telah menjual senapan PA-15 kepada Tamura seharga USD1.400, lengkap dengan teropong dan senter laras. Ia juga mengatakan menjual mobil BMW hitam yang digunakan Tamura dalam perjalanan ke New York.

Wali Kota New York Eric Adams menyatakan bahwa Tamura kemungkinan salah sasaran. Ia diduga menargetkan kantor pusat National Football League (NFL) yang berada di gedung yang sama, namun malah naik lift ke kantor Rudin Management di lantai 33.

Tamura terlihat mengenakan rompi antipeluru dan membawa senapan panjang saat memasuki gedung perkantoran setinggi 44 lantai di Park Avenue hanya beberapa blok dari Grand Central Station, Rockefeller Center, dan Museum of Modern Art.

Menurut keterangan Komisaris Jessica Tisch dalam konferensi pers, Tamura pertama kali menembak seorang petugas kepolisian New York (NYPD).

Setelah itu, ia menembak seorang perempuan yang berusaha berlindung di balik tiang, lalu menembak petugas keamanan yang bersembunyi di balik meja keamanan. Satu pria lainnya juga ditembak di area lobi.

“Setelah itu, ia memanggil lift dan naik ke lantai 33, yang merupakan kantor Rudin Management. Di sana, ia berjalan mengelilingi lantai sambil melepaskan tembakan. Satu orang tewas di lantai itu. Ia lalu berjalan di lorong dan menembak dirinya sendiri di bagian dada,” kata Tisch.

Total, Tamura menembak lima orang, empat di antaranya tewas, termasuk seorang petugas NYPD bernama Islam. Tiga korban sipil yang meninggal adalah dua pria dan satu wanita. Seorang pria lainnya mengalami luka parah dan dalam kondisi kritis.

Pada akhirnya, Tamura bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri di lantai 33 gedung tersebut.

Rekomendasi