Pria Ini Nikahi Kekasih Tanpa Keluarkan Uang Sepeser pun, Rela jadi Papan Reklame Berjalan
Tak disangka, seorang pria berhasil mewujudkan cita-citanya untuk menikah meskipun di tengah kondisi ekonomi yang sulit.
Ketika kondisi keuangan semakin menipis, kreativitas sering kali menjadi solusi, bahkan dalam urusan pernikahan. Dagobert Renouf, seorang pria asal Prancis, menemukan cara untuk melaksanakan pernikahan di tengah kebangkrutan bisnisnya.
Ia berhasil menutupi seluruh biaya pernikahan dengan menjual ruang iklan di tuksedonya kepada perusahaan rintisan. Meskipun bekerja sebagai salesman, ia tetap berjuang untuk menikahi kekasihnya, Anna Plynina, seperti yang dilaporkan oleh Oddity Central pada Rabu (5/11).
Keterbatasan finansial hampir membuatnya menyerah pada impian membangun rumah tangga, namun keputusan yang diambil pada bulan Juli menghidupkan kembali semangatnya untuk memperjuangkan pernikahan tersebut.
Bantuan Iklan
Renouf memposting di media sosial X (Twitter) bahwa ia bersedia menjadi papan reklame manusia, menawarkan slot iklan kepada perusahaan yang ingin mempromosikan produk mereka.
Tanpa diduga, unggahannya menjadi viral dan menarik perhatian banyak orang. Ia berhasil mendapatkan 26 perusahaan rintisan yang tertarik untuk berpartisipasi, dan dalam waktu singkat, ia berhasil menjual slot iklan senilai USD10.000 (sekitar Rp160 juta).
Dalam wawancara dengan 'People Magazine', ia menegaskan bahwa musim panas ini benar-benar membuatnya terpuruk secara finansial. Ia hampir kehilangan tempat tinggal, tetapi tetap bertekad untuk menikahi calon istrinya.
Ide kreatif ini bermula dari sebuah candaan ketika seseorang menawarkan 500 euro (sekitar Rp8,5 juta) dengan syarat Renouf harus bersedia memasang logo di jasnya. Ide unik ini kemudian menjadi viral dan menarik perhatian banyak perusahaan untuk ikut serta.
Meskipun calon istrinya menganggap gagasan ini aneh dan kurang menyukainya, peluang yang muncul berhasil mengubah momen mereka, menyatukan seluruh komunitas wirausaha yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
Tentukan Tanggal Acara Pernikahan
Setelah melalui perjalanan panjang dan menghabiskan waktu yang tidak sedikit untuk mewujudkan impian mereka, pasangan ini akhirnya melangsungkan pernikahan secara sederhana yang dihadiri oleh 16 tamu pada tanggal 25 Oktober. Dalam acara bahagia tersebut, Renouf tampil mengenakan jas hitam yang elegan, dihiasi dengan 26 logo perusahaan rintisan, yang membuat momen spesial mereka menjadi nyata berkat dukungan sponsor yang didapatkan.
Meskipun ide ini berhasil, Renouf mengakui bahwa proses persiapannya sangat melelahkan karena menyiapkan jas khusus dalam waktu yang singkat bukanlah hal yang mudah. Biaya jas tersebut mencapai USD 5.200 (sekitar Rp83 juta) dari total sponsor sebesar USD10.000 (sekitar Rp160 juta) yang berhasil ia kumpulkan.
Ia juga mengeluhkan statusnya sebagai wirausahawan yang membuatnya kurang paham mengenai pengeluaran bisnis. "Karena saya berstatus wirausahawan di Prancis, saya tidak bisa mencatat pengeluaran bisnis, sehingga saya tetap harus membayar pajak sebesar USD 2.500 (sekitar Rp40 juta)," ungkapnya.
Walaupun demikian, ia merasa bersyukur karena berhasil mendapatkan jas tanpa biaya tambahan, serta menyisakan dana sekitar USD 2.000 (Rp32 juta), dan yang terpenting adalah mereka dapat melangsungkan pernikahan. "Meski begitu, saya akhirnya mendapatkan jas gratis, serta sisa dana sekitar USD 2.000 (Rp32 juta) dan dapat intinya dapat menikah," tambahnya.
Selain membantu biaya pernikahan, Renouf juga berhasil mengubah nasibnya dengan menarik perhatian salah satu perusahaan yang terkesan dengan kreativitasnya. Dedikasinya membuahkan hasil, di mana ia menerima tawaran pekerjaan dari Comp AI, sebuah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi maju di New York.