Angka Pernikahan Turun, Tren Perkenalan Berbasis Rekomendasi Teman Kian Diminati
Dalam satu dekade terakhir, angka pernikahan nasional juga menurun sekitar 30 persen, dari sekitar 2,1 juta pernikahan pada 2014 menjadi 1,47 juta pada 2024.
Tren mencari pasangan hidup dari lingkaran pertemanan terdekat kembali menguat di kalangan pemuda Muslim Indonesia. Pola perkenalan melalui rekomendasi teman, rekan kerja, maupun komunitas dinilai lebih aman dan memiliki kejelasan latar belakang dibanding perkenalan digital yang serba cepat.
Fenomena ini terjadi di tengah perubahan tren pernikahan nasional. Berdasarkan data 2025, mayoritas pemuda Indonesia tercatat belum menikah dengan persentase mencapai 71,04 persen. Dalam satu dekade terakhir, angka pernikahan nasional juga menurun sekitar 30 persen, dari sekitar 2,1 juta pernikahan pada 2014 menjadi 1,47 juta pada 2024.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa proses menuju pernikahan kini semakin menuntut kesiapan mental, perencanaan matang, serta metode perkenalan yang lebih terarah.
Di sisi lain, sebagian anak muda mulai merasa jenuh dengan budaya "swipe" pada aplikasi berbasis visual. Risiko penipuan, interaksi yang tidak serius, hingga kelelahan memulai percakapan dari awal berulang kali mendorong sebagian orang mencari pendekatan yang lebih fokus pada nilai dan keseriusan.
Ketertarikan terhadap proses ta'aruf yang menekankan kesiapan dan komitmen pun semakin terlihat. Sejumlah calon pasangan mulai menggunakan konsep "CV pernikahan" untuk menyusun informasi pribadi secara lebih komprehensif agar proses pengenalan tidak berhenti pada kesan awal semata.
Merespons kebutuhan tersebut, PT Setara Komunika Futura memperkenalkan Sekufu, platform perkenalan bagi Muslim Indonesia yang berfokus pada pencarian pasangan hidup melalui lingkaran terdekat. Platform ini mulai tersedia untuk publik pada Februari 2026 dan dapat diakses melalui situs web serta aplikasi Android di seluruh Indonesia.
Co-founder dan COO Sekufu, Zahra Sharfina, mengatakan pihaknya melihat adanya perubahan kebutuhan di kalangan generasi muda Muslim.
Budaya Swipe
"Banyak orang mulai lelah dengan budaya swipe yang serba cepat dan berbasis visual. Kami melihat kebutuhan akan pendekatan yang lebih serius, terstruktur, dan berfokus pada kecocokan nilai hidup serta kesiapan menuju pernikahan," ujarnya.
Bantu Proses Perkenalan
Sekufu dirancang untuk membantu proses perkenalan yang lebih terarah dengan menekankan keselarasan nilai, visi pernikahan, serta konteks koneksi dalam lingkaran terdekat. Platform ini juga menyediakan profil yang lebih komprehensif guna mendorong diskusi mendalam sejak awal proses perkenalan.
Kehadiran platform tersebut menjadi salah satu alternatif di tengah meningkatnya kebutuhan akan sistem perkenalan yang dinilai lebih aman, transparan, dan berorientasi jangka panjang.