Penemuan Gigi Berusia 300 Juta Tahun Ungkap Spesies Baru Hiu Purba
Spesies baru hiu purba terungkap setelah ilmuwan meneliti gigi berusia 300 juta tahun.
Penemuan Gigi Berusia 300 Juta Tahun Ungkap Spesies Baru Hiu Purba
Dunia dikejutkan saat para ilmuwan baru-baru ini menemukan gigi spesies hiu purba berusia 300 juta tahun di taman Nasional Gua Mamut (Mammoth), Kentucky, Amerika Serikat (AS). Gigi ini ditemukan selama penelitian Layanan Taman Nasional yang diorganisasir Program Paleontologi NPS dan pejabat taman Gua Mammoth.
Sumber: Newsweek
Gigi tersebut merupakan milik Strigilodus tollesonae, dalam bahasa latin yang berarti gigi pengikis Tolleson. Nama spesies ini berasal dari nama pemandu Gua Mammoth, Kelli Tolleson, salah satu orang di balik penemuan tersebut.
Foto: Benji Paysnoe
“Gigi Strigilodus tollesonae ditemukan di dalam lapisan batuan Formasi St. Genevieve di Taman Nasional Gua Mammoth,” ujar juru bicara NPS kepada Newsweek.
“Ini berarti ia hidup sekitar 340 hingga 320 juta tahun yang lalu,” tambahnya.
Strigilodus tollesonae merupakan bagian dari kelompok ikan laut bertulang rawan yang disebut petadon atau “bergigi kelopak” yang saat ini sudah punah. Gigi tersebut berbentuk sendok atau kelopak yang kemungkinan besar tersusun mirip kipas. Diperkirakan hewan ini memangsa siput, Bivalvia, cacing bertubuh lunak, dan ikan yang lebih kecil.Selama proyek penelitian palentologi terhadap gigi hiu purba berlangsung, para ahli berusaha mencari hasil yang terbaik dari penelitian ini. Para peneliti mengatakan Strigilodus tollesonae justru mirip dengan kerabatnya yaitu ikan tikus dibanding dengan spesies hiu modern. Ikan tikus merupakan spesies ikan yang hidup di laut dalam dan mengarungi dasar laut untuk mencari udang, kerang, cacing, bintang laut, dan ikan kecil.
Walaupun Kentucky saat ini terletak di daratan, pada era Strigilodus tollesonae, daerah ini terendam oleh laut tropis yang dangkal. Pada periode tersebut, benua Amerika Utara, Amerika Selatan, Afrika, dan Eropa bergabung menjadi satu kesatuan yang dikenal sebagai Pangea.
Sumber: Newsweek