Ilmuwan Temukan Fosil Hiu Berusia 93 Juta Tahun, Giginya Bukan Untuk Mencabik Mangsa
Gigi hiu purba ini idak seperti gigi hiu modern yang digunakan untuk mencabik mangsa.
Ilmuwan menemukan fosil hiu di tambang batu kapur di timur laut Meksiko. Hiu ini diperkirakan hidup pada Zaman Kapur, yang dimulai 145 juta tahun lalu dan berakhir 66 juta tahun lalu.
Hiu ini memiliki deretan gigi yang tak lazim. Sebagian besar giginya berukuran besar dan rata. Tidak seperti hiu modern, gigi hiu purba ini tidak berfungsi untuk mencabik mangsanya, tetapi untuk menggiling dan menghancurkan hewan bercangkang.
Penemuan ini memberi gagasan yang lebih baik bagi para ilmuwan dalam menggambarkan penampilan hiu ini, seperti dikutip dari Greek Reporter, Rabu (16/10). Fosil ini memperlihatkan hampir seluruh komponen kerangka dan garis besar tubuh jaringan lunak spesimen.
Penemuan ini juga menunjukkan di mana letak genus, yang dikenal sebagai Ptychodus, dalam pohon evolusi hiu, dan karakteristik lain yang sebelumnya tidak diketahui, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada April di jurnal Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences.
Menurut para ahli, penemuan fosil ini memberikan pencerahan terkait proses evolusi hiu.
Periksa Enam Fosil
Mayoritas spesies Ptychodus hidup antara 100 dan 80 juta tahun lalu, selama Zaman Kapur akhir. Deposit di mana fosil ini ditemukan berasal dari sekitar 91,85 juta sampai 93,9 juta tahun lalu, jelas aalah satu penulis studi, Dr Eduardo Villalobos Segura, yang juga akademisi di Departemen Paleontologi Universitas Wina Austria.
Dalam penelitian ini, tim peneliti memeriksa enam fosil yang ditemukan di situs Nuevo Leon dekat kota Vallecillo, termasuk spesimen lengkap. Tiga fosil lainnya juga lengkap dan dua fosil dalam kondisi tidak lengkap.
Menggunakan kerangka purba ini, arkeolog memastikan Ptychodus berasal dari ordo hiu yang dikenal dengan nama Lamniformes atau hiu makerel, yang berasal dari grup yang sama dengan Megalodon dan hiu putih modern.