Penemuan Langka! Fosil Dinosaurus Terselip di Area Parkir
Museum yang sedang melakukan pengeboran tanah untuk proyek energi tiba-tiba menemukan fosil dinosaurus berusia 67,5 juta tahun.
Penemuan fosil yang sangat mengejutkan terjadi di lokasi yang tidak terduga, yaitu area parkir Museum Ilmu Pengetahuan dan Alam Denver (Denver Museum of Nature & Science/ DMNS) di Amerika Serikat.
Awalnya, tim dari museum tersebut berencana melakukan pengeboran teknis sebagai bagian dari studi kelayakan untuk mengganti penggunaan gas alam dengan energi panas bumi yang lebih ramah lingkungan.
Namun, alih-alih menemukan lapisan batuan dan tanah seperti yang mereka duga, mereka justru menemukan fragmen tulang dinosaurus kuno yang terkubur jauh di bawah permukaan aspal.
Mengutip dari Popular Science pada Senin (14/7), pihak museum menyatakan bahwa mereka sangat terkejut dengan penemuan ini. Sebab, tidak ada indikasi sebelumnya yang menunjukkan bahwa area parkir tersebut menyimpan sisa-sisa makhluk prasejarah.
"Ini mungkin penemuan dinosaurus paling tidak biasa yang pernah saya alami," kata Patrick O'Connor, Direktur Bidang Ilmu Bumi dan Antariksa DMNS dalam pernyataan resminya.
Penemuan arkeologi ini semakin menarik karena terjadi secara kebetulan, bukan melalui penggalian arkeologis yang direncanakan sebelumnya.
Dalam dunia ilmiah, kombinasi antara eksplorasi teknologi dan penemuan paleontologis seperti ini sangat jarang terjadi. Oleh karena itu, bagi tim ilmuwan, penemuan ini menjadi bukti bahwa sejarah bumi dapat muncul kapan saja, bahkan di lokasi yang selama ini dianggap biasa dan tidak signifikan.
Fosil yang Tdak Terduga Ditemukan selama Eksplorasi Energi Geothermal
Pengeboran dimulai pada bulan Januari lalu untuk menilai potensi energi panas bumi (geothermal) sebagai alternatif pengganti gas alam. Tim melakukan pengeboran menggunakan dua alat yang masing-masing dapat membuat lubang berdiameter satu kaki hingga mencapai kedalaman lebih dari 230 meter.
Ketika alat pengebor mencapai kedalaman sekitar 763 kaki (sekitar 232 meter), tim menemukan dua fragmen tulang yang terpendam dalam sedimen tua. Para geologis berpendapat bahwa sedimen tersebut berasal dari endapan sungai kuno yang dikenal sebagai South Platte River yang pernah mengalir di kawasan tersebut.
Kurator geologi DMNS, James Hagadorn, menggambarkan penemuan ini sebagai sesuatu yang sangat mengesankan. "Rasanya seperti menang lotre dan disambar petir di hari yang sama," ujarnya dengan penuh semangat. Sayangnya, salah satu tulang yang berukuran lebih besar mengalami kerusakan akibat kontak dengan mata bor.
Sebelum mengalami kerusakan, ukuran tulang tersebut terukur mencapai panjang sekitar 4,8 cm, lebar 5,8 cm, dan tinggi 5,8 cm. Penemuan ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang sejarah geologi daerah tersebut, tetapi juga menambah pemahaman kita tentang kehidupan masa lalu yang ada di sana.
Fosil herbivora yang menyerupai Edmontosaurus atau Thescelosaurus
Analisis Fosil Dinosaurus di Denver
Hasil analisis yang lebih mendalam yang diterbitkan dalam jurnal Rocky Mountain Geology mengungkapkan bahwa fosil tulang yang ditemukan berasal dari dinosaurus herbivora. Spesies yang paling mendekati adalah Thescelosaurus atau Edmontosaurus, dua jenis dinosaurus pemakan tumbuhan yang hidup pada akhir zaman Kapur.
Diperkirakan, fosil ini berusia sekitar 67,5 juta tahun, menjadikannya sebagai fosil tertua dan terdalam yang pernah ditemukan di daerah Denver. Penemuan ini memberikan wawasan baru untuk mempelajari kondisi Bumi sebelum terjadinya kepunahan massal dinosaurus.
Pada waktu itu, Denver tidak seperti sekarang yang merupakan kota modern, melainkan merupakan wilayah tropis yang dipenuhi rawa dan hutan hujan. Dinosaurus besar seperti Tyrannosaurus rex diduga hidup berdampingan dengan spesies herbivora tersebut di kawasan ini.
Dari Proyek Energi ke Pameran Spesial
Walaupun proyek awalnya ditujukan untuk kepentingan energi ramah lingkungan, hasil yang ditemukan justru memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Bob Raynolds, peneliti senior di DMNS, menyebut kesempatan ini sebagai momen yang sangat langka dalam 35 tahun kariernya.
"Selama 35 tahun di museum, kami belum pernah memiliki peluang seperti ini untuk mempelajari lapisan geologi dalam tanah secara mendetail. Fosil yang ditemukan di sini... benar-benar seperti keajaiban," ujarnya.
Saat ini, museum belum membuat keputusan mengenai kelanjutan proyek energi geothermal. Namun, fragmen tulang dinosaurus tersebut kini sudah menjadi bagian dari pameran sementara yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Penemuan ini menunjukkan bahwa kejutan ilmiah dapat muncul dari tempat yang paling tidak terduga---seperti di bawah roda mobil Anda sendiri.