Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penampakan Fosil Pohon Tertua di Bumi, Ditemukan di Balik Tebing Laut Berusia 390 Juta Tahun

Penampakan Fosil Pohon Tertua di Bumi, Ditemukan di Balik Tebing Laut Berusia 390 Juta Tahun

Penampakan Fosil Pohon Tertua di Bumi, Ditemukan di Balik Tebing Laut Berusia 390 Juta Tahun

Begini wujud fosil pohon tertua di bumi yang pernah ditemukan.

Sebuah tebing laut yang disebut tertinggi di Inggris menyembunyikan fosil hutan tertua yang pernah ditemukan di muka Bumi. Fosil tersebut berupa pohon yang memiliki wujud mirip palem di ekosistem yang telah lama hilang.

Sebuah tebing laut yang disebut tertinggi di Inggris menyembunyikan fosil hutan tertua yang pernah ditemukan di muka Bumi. Fosil tersebut berupa pohon yang memiliki wujud mirip palem di ekosistem yang telah lama hilang.

Pohon itu disebut Calamophytons dan konon ditaksir memiliki usia 390 juta tahun.

Usia pohon tersebut kira-kira tiga atau empat juta tahun lebih tua dari pemegang rekor sebelumnya yang ditemukan di seberang Atlantik di Negara Bagian New York.

Seperti apa penampakan fosil pohon tersebut? Melansir dari laman sciencealert, Jumat (5/4) berikut informasi selengkapnya.

<b>Penemuan Fosil Pohon Purba Calamophyton</b>

Penemuan Fosil Pohon Purba Calamophyton

Lokasi penemuan fosil itu berada di barat daya Inggris. Pertama kali ditemukan para ilmuwan di permukaan batu pasir merah berupa jejak batang kayu, akar, dan ranting pernah dianggap "tanpa jejak fosil".

Namun, penyelidikan terbaru menemukan fakta bahwa situs tersebut sebenarnya menyediakan gambaran kehidupan yang menakjubkan pada Periode Devonian.

Periode tersebut merupakan masa ketika turunnya permukaan laut menarik kembali lautan dan menciptakan dua benua besar yang dikenal sebagai Gondwana dan Euramerica.

Pada masa itu hewan dan tumbuhan primitif sama-sama cepat memanfaatkan lingkungan baru. Pohon-pohon pertama yang menghuni benua super kuno tidak seperti apa pun yang Anda lihat saat ini.

Pada awal bertumbuhnya, pohon itu tidak memiliki akar, daun, spora, biji, atau sistem pembuluh darah apa pun untuk mengangkut air dan nutrisi, sehingga memaksa mereka untuk tinggal di dekat garis pantai dan sungai.

Tak terkecuali pohon Calamophyton yang ditemukan di garis pantai Somerset dekat Minehead telah mengembangkan akar dan untaian jaringan pembuluh darah di batangnya.

Namun tingginya saat itu hanya dua hingga empat meter, dan batangnya tipis serta berlubang.

Makhluk sejenis lainnya juga telah ditemukan dalam bentuk fosil di Jerman, New York, dan Cina. Ketika benua super Gondwana masih ada, Jerman dulunya terhubung dengan bagian Inggris ini, sehingga masuk akal jika mereka berbagi vegetasi.

“Ketika saya pertama kali melihat gambar batang pohon, saya langsung tahu apa itu batang pohon, berdasarkan 30 tahun mempelajari jenis pohon ini di seluruh dunia. Sungguh menakjubkan melihat mereka begitu dekat dengan rumah," kata ilmuwan Christopher Berry dari Universitas Cardiff.

Lebih lanjut, beberapa pohon yang menjadi fosil tampak terpelihara tepat di tempat mereka tumbuh atau tumbang.

Wujudnya yang utuh membantu para ilmuwan mendapat gambaran tentang tata letak ekosistem hutan.

Berbeda dengan hutan fosil yang ditemukan di bagian utara New York, pepohonan di dataran banjir kuno ini lebih pendek dan tampak tumbuh berdekatan dan rapat.

Wujudnya yang utuh membantu para ilmuwan mendapat gambaran tentang tata letak ekosistem hutan.
Penampakan Fosil Pohon Tertua di Bumi, Ditemukan di Balik Tebing Laut Berusia 390 Juta Tahun

“Hutan ini sangat aneh, tidak ada semak belukar dan rumput belum muncul, tapi ada banyak ranting yang tumbang oleh pepohonan yang lebat ini, yang berdampak besar pada lanskap,” ucap ahli geologi Neil Davies dari Universitas Cambridge.

<b>Penampakan Pohon Calamophyton</b>

Penampakan Pohon Calamophyton

Pohon Calamophyton digambarkan tidak mempunyai daun, tetapi ditutupi oleh ratusan ranting kecil yang sering rontok.

Faktanya, dalam satu masa hidup, pohon Calamophyton mungkin telah merontokkan sebanyak 800 cabang.

Sampah dari satu pohon kemungkinan besar merupakan harta bagi tanaman lain. Ketika puing-puing kayu menumpuk di lantai hutan, tanah bumi dipenuhi dengan cadangan bahan organik pertamanya.

Menurut ahli geologi dari Cambridge dan Cardiff, puluhan juta tahun yang lalu, lahan hutan ditutupi dengan “sisa-sisa tumbuhan yang sangat melimpah”.

Pohon itu dikelilingi oleh jaringan sungai dan saluran, banjir musiman sering terjadi.

Sehingga pepohonan mungkin mengembangkan akar yang lebih dalam untuk bertahan hidup ketika terjadi kelangkaan air.

Akar-akar ini, pada gilirannya, akan menstabilkan dan membentuk tanah untuk membentuk lereng bukit, palang sungai, dan saluran bagi tanaman lain untuk kemudian berkoloni.

Penampakan Fosil Pohon Tertua di Bumi, Ditemukan di Balik Tebing Laut Berusia 390 Juta Tahun

Saat air menyapu dataran banjir, lumpur mengendap di sekitar vegetasi dalam bentuk yang kemudian menjadi fosil, sehingga melestarikan tanaman dan posisinya selama jutaan tahun.

“Periode Devonian secara mendasar mengubah kehidupan di bumi. Hal ini juga mengubah cara air dan tanah berinteraksi satu sama lain, karena pepohonan dan tanaman lain membantu menstabilkan sedimen melalui sistem akarnya, namun hanya sedikit yang diketahui tentang hutan paling awal," kata Davies.

Zaman Devonian kerap disebut sebagai 'zaman ikan'. Namun mengingat banyaknya tanaman seperti Calamophyton yang tampaknya telah mengubah lanskap bumi, zaman ini juga bisa disebut sebagai zaman pepohonan.

Fosil Langka Menunjukkan Bahwa Pohon di 350 Juta Tahun Lalu Benar-Benar Unik, Beda dengan Sekarang
Fosil Langka Menunjukkan Bahwa Pohon di 350 Juta Tahun Lalu Benar-Benar Unik, Beda dengan Sekarang

Sebuah penemuan luar biasa dalam bentuk sekumpulan fosil langka telah mengungkap rahasia pohon yang eksis sekitar 350 juta tahun yang lalu. Simak hanya disini!

Baca Selengkapnya
Ilmuwan Temukan Fosil Hewan Mirip Bintang Laut Berusia 155 Juta Tahun, Separuh Tubuhnya Tidak Utuh
Ilmuwan Temukan Fosil Hewan Mirip Bintang Laut Berusia 155 Juta Tahun, Separuh Tubuhnya Tidak Utuh

Spesies ini disebut bintang rapuh dan berbeda dengan bintang laut.

Baca Selengkapnya
Menguak Fakta Fosil Utuh Gajah Purba di Patiayam Kudus, Diperkirakan Usianya Capai Jutaan Tahun
Menguak Fakta Fosil Utuh Gajah Purba di Patiayam Kudus, Diperkirakan Usianya Capai Jutaan Tahun

Penemuan fosil hewan purba di situs Patiayam sebenarnya bukan barang baru.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Bocah 13 Tahun Temukan Fosil Berusia 5 Juta Tahun, Spesies Baru Anjing Laut Diambil dari Namanya
Bocah 13 Tahun Temukan Fosil Berusia 5 Juta Tahun, Spesies Baru Anjing Laut Diambil dari Namanya

Fosil tengkorak ini ditemukan saat sedang jalan-jalan di pantai.

Baca Selengkapnya
Bukan Sembarang Batu, Pemandu Turis Temukan Fosil Buah Pinus Berusia 115 Juta Tahun di Pinggir Pantai
Bukan Sembarang Batu, Pemandu Turis Temukan Fosil Buah Pinus Berusia 115 Juta Tahun di Pinggir Pantai

Tanaman purba ini berasal dari Zaman Greensand Bawah. ketika terjadi kenaikan air laut secara besar-besaran ke daratan.

Baca Selengkapnya
Satu-Satunya di Dunia, Ilmuwan Temukan Fosil Tengkorak Leluhur Gajah Berusia 7,5 Juta Tahun
Satu-Satunya di Dunia, Ilmuwan Temukan Fosil Tengkorak Leluhur Gajah Berusia 7,5 Juta Tahun

Tengkorak ini merupakan milik Choerolophodon Pentelic, yang dikenal sebagai leluhur gajah.

Baca Selengkapnya
Pemburu Fosil Temukan Kepiting Raksasa di New Zealand
Pemburu Fosil Temukan Kepiting Raksasa di New Zealand

Kepiting raksasa berusia 8,8 juta tahun ditemukan menjadi fosil di dalam batu.

Baca Selengkapnya
Temuan Fosil Berusia 72 Juta Tahun Buktikan Spesies Ini Selamat dari Kepunahan Massal
Temuan Fosil Berusia 72 Juta Tahun Buktikan Spesies Ini Selamat dari Kepunahan Massal

Temuan Fosil Berusia 72 Juta Tahun Buktikan Spesies Ini Selamat dari Kepunahan Massal

Baca Selengkapnya
Menteri Trenggono Tegaskan Belum Ekspor Pasir Laut, Ini Alasannya
Menteri Trenggono Tegaskan Belum Ekspor Pasir Laut, Ini Alasannya

Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka kemungkinan pemanfaatan hasil sedimentasi di laut untuk diekspor.

Baca Selengkapnya