Netanyahu Sebut Perang di Gaza Masih Lanjut Terus Meskipun Ada Gencatan Senjata
Netanyahu menekankan bahwa Israel akan terus menghadapi berbagai tantangan keamanan yang signifikan di masa mendatang.
Pada Minggu (12/10/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan bahwa operasi militer Israel "belum berakhir," menjelang dimulainya tahap kedua dari kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang melibatkan pembebasan sandera Israel dan tahanan Palestina. Dalam pidato yang disiarkan di televisi, Netanyahu menyebut rencana untuk membebaskan 20 sandera yang masih hidup sebagai "peristiwa bersejarah."
"Di mana pun kami berperang, kami menang," tegasnya. "Namun, operasi ini belum berakhir," seperti yang dilaporkan oleh Antara News pada Senin (13/10).
Netanyahu juga menyatakan bahwa Israel masih menghadapi "tantangan keamanan yang sangat besar" di masa mendatang.
"Beberapa musuh kami mencoba untuk berkumpul kembali," peringatannya, sambil bertekad untuk memastikan keamanan negara.
Di sisi lain, kepala militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan bahwa Israel telah mencapai "kemenangan atas Hamas." Dalam pernyataannya, Zamir menjelaskan bahwa kemenangan ini diperoleh melalui kombinasi tekanan militer yang berkelanjutan serta upaya diplomatik. Ia menambahkan bahwa Israel masih "berada dalam perang multifront," dan akan terus berusaha menciptakan kondisi keamanan yang memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Israel, sekaligus merumuskan strategi pertahanan jangka panjang di kawasan.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat (10/10), setelah lebih dari dua tahun agresi militer Israel yang menghancurkan Jalur Gaza, menewaskan puluhan ribu warga Palestina, dan memperburuk kelaparan di wilayah tersebut.