Mulai Agustus 2026, Swedia Resmi Larang Penggunaan Ponsel di Sekolah
Apa yang menjadi latar belakang pemerintah Swedia dalam menerapkan kebijakan ini?
Pemerintah Swedia telah mengumumkan rencana untuk melarang penggunaan telepon seluler di semua sekolah dasar dan menengah. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan konsentrasi siswa dan mengurangi gangguan di ruang kelas. Kebijakan tersebut diumumkan pada Rabu (28/1/2026) dan mengharuskan siswa hingga kelas sembilan, yang berusia sekitar 15 hingga 16 tahun, untuk menyerahkan ponsel mereka ketika tiba di sekolah. Mereka baru dapat mengambil kembali ponsel tersebut setelah jam pelajaran selesai.
Pemerintah Swedia menjelaskan bahwa langkah ini diambil berdasarkan temuan yang menunjukkan bahwa siswa di negara tersebut lebih mudah terdistraksi oleh perangkat digital dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). "Karena itu, pemerintah mengusulkan larangan penggunaan ponsel selama seluruh jam sekolah," ungkap pernyataan resmi pemerintah Swedia yang dikutip dari laman Japan Today pada Kamis (29/1).
Hingga saat ini, sekitar 80 persen sekolah dasar dan menengah di Swedia telah menerapkan pembatasan penggunaan ponsel di kelas, tergantung pada kebijakan masing-masing kepala sekolah. Namun, Menteri Pendidikan Simona Mohamsson menekankan bahwa regulasi nasional diperlukan agar semua sekolah benar-benar menjadi zona bebas ponsel.
"Ini akan secara signifikan mengurangi gangguan dalam proses belajar-mengajar," kata Mohamsson dalam konferensi pers.
7 Jam per Hari
Ia juga menilai kebijakan ini sebagai "kemenangan bagi kualitas pengajaran dan kesehatan mental siswa." Mohamsson menambahkan bahwa larangan ini diharapkan dapat membantu orang tua dalam membatasi waktu layar anak-anak di rumah.
Data dari pemerintah menunjukkan bahwa siswa sekolah menengah di Swedia menghabiskan rata-rata hampir tujuh jam per hari di depan layar, di luar penggunaan perangkat selama jam sekolah.
Jika kebijakan ini disetujui oleh parlemen, maka akan mulai berlaku pada awal semester musim gugur Agustus 2026 dan juga akan mencakup fasilitas penitipan anak setelah sekolah. Sebelumnya, Swedia dikenal sebagai salah satu pelopor digitalisasi pendidikan setelah meluncurkan strategi nasional pada 2017 yang mendorong penggunaan tablet dan laptop untuk menggantikan buku cetak dan tulisan tangan. Namun, kebijakan tersebut mulai dievaluasi dan sebagian dicabut sejak 2023, menyusul kritik terkait penurunan capaian akademik siswa.