Antisipasi Perang di Eropa, Warga Swedia Siapkan Kompor Portabel hingga Stok Makanan
Warga Swedia kini gencar melakukan persiapan mandiri, termasuk menyiapkan kompor portabel hingga stok makanan, sebagai antisipasi perang di Eropa.
Potensi konflik di Eropa mendorong warga Swedia untuk meningkatkan kesiapsiagaan diri secara signifikan. Mereka secara aktif mempersiapkan kebutuhan dasar sebagai bagian dari strategi pertahanan total negara. Persiapan ini mencakup penyiapan kompor portabel serta stok makanan yang memadai untuk menghadapi berbagai kemungkinan.
Langkah proaktif ini merupakan respons terhadap seruan pemerintah Swedia yang terus-menerus. Pemerintah mendorong setiap individu untuk mandiri dalam menghadapi krisis atau situasi perang. Hal ini sejalan dengan pengalaman geopolitik terkini di kawasan Eropa yang semakin tidak menentu.
Kesiapsiagaan ini bukan hanya sekadar anjuran, melainkan telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari masyarakat Swedia. Inisiatif ini bertujuan memastikan setiap rumah tangga memiliki kemampuan untuk bertahan tanpa bantuan eksternal dalam jangka waktu tertentu, sehingga memperkuat ketahanan nasional secara keseluruhan.
Latar Belakang dan Kebijakan Pertahanan Swedia
Pemerintah Swedia telah secara konsisten meningkatkan seruan kepada warganya untuk bersiap menghadapi potensi krisis atau perang. Peningkatan ini terutama terjadi setelah aneksasi Krimea oleh Rusia pada tahun 2014 dan invasi besar-besaran ke Ukraina pada tahun 2022. Peristiwa-peristiwa tersebut mengubah lanskap keamanan Eropa secara drastis.
Swedia, yang memiliki sejarah panjang kebijakan non-blok militer selama lebih dari dua abad, menandai era baru dalam kebijakan pertahanannya dengan bergabung ke NATO pada tahun 2024. Perubahan signifikan ini menunjukkan komitmen Swedia untuk memperkuat aliansi pertahanan regional. Kebijakan ini juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan sipil sebagai bagian dari pertahanan total.
Sebagai bagian dari upaya ini, Badan Kontingensi Sipil Swedia (MSB) ditugaskan untuk memproduksi brosur berjudul "Dalam Kasus Krisis atau Perang" yang diperbarui pada Maret 2024. Brosur ini mulai didistribusikan ke setiap rumah tangga Swedia pada November 2024. Brosur tersebut memberikan panduan praktis dan daftar barang-barang esensial yang harus dimiliki.
Pekan Kesiapsiagaan Nasional juga diadakan setiap tahun di Swedia untuk lebih memperkuat strategi "pertahanan total" yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Strategi ini memastikan bahwa setiap warga negara memahami perannya dalam menjaga keamanan dan fungsi vital negara. Upaya kolektif ini diharapkan dapat membangun ketahanan yang kuat di seluruh negeri.
Rekomendasi dan Persiapan Individu
Pemerintah Swedia mendorong warganya untuk memiliki persediaan makanan dan air yang cukup untuk setidaknya tujuh hari. Tujuannya adalah agar setiap individu dapat mandiri tanpa bantuan eksternal selama periode tersebut. MSB telah menerbitkan daftar makanan non-perishable, tinggi protein, dan mudah disimpan.
Daftar rekomendasi makanan meliputi pesto, daging kering, susu bubuk, cokelat, dan kentang tumbuk instan. Selain makanan, rekomendasi lainnya mencakup air minum sebanyak tiga liter per orang per hari, pakaian hangat, selimut, serta radio yang tidak bergantung pada listrik utama. Senter, baterai cadangan, dan bank daya juga menjadi perlengkapan penting.
MSB juga menyarankan untuk memiliki kompor dan bahan bakar, yang sebaiknya digunakan di luar ruangan. Pentingnya memiliki perlengkapan kebersihan, obat-obatan esensial, uang tunai, dan daftar nomor telepon penting juga ditekankan. Kesiapsiagaan sipil dimulai dari individu dan kesiapan mereka sendiri.
Sirkka Petrykowska (71), seorang warga Swedia, telah mempersiapkan diri dengan membeli kompor berkemah dan mengikuti kursus pengawetan makanan tradisional.
"Saya ingin siap untuk segala kemungkinan," ujarnya. Semakin banyak orang yang dapat mengelola diri sendiri untuk sementara waktu, semakin baik lembaga pemerintah dapat fokus membantu mereka yang paling membutuhkan.
Tantangan dan Dampak Psikologis Kesiapsiagaan
Survei MSB menunjukkan bahwa 86% warga Swedia percaya negara mereka layak dipertahankan jika terjadi serangan militer. Sebanyak 76% juga bersedia berpartisipasi dalam sistem pertahanan sipil nasional. Namun, penerbitan brosur terbaru pada tahun 2024 menimbulkan perasaan "cemas" pada 39% responden, meningkat dari 24% pada tahun 2018.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa transportasi makanan di seluruh negeri dapat menjadi tantangan serius jika konflik pecah. Hal ini mengingat sebagian besar produksi makanan terkonsentrasi di Swedia selatan. Pemerintah sedang mempelajari rute distribusi darurat dan logistik cadangan untuk mencegah kekurangan pasokan.
Beberapa warga Swedia melihat penimbunan makanan sebagai dorongan psikologis, karena makanan yang akrab memberikan rasa nyaman dan nostalgia di masa-masa tidak pasti. "Makanan juga memberi ketenangan dan dukungan moral. Menyimpan makanan yang Anda sukai dan biasa dimakan sehari-hari sangat penting," ujar seorang warga. Dalam skenario perang, orang akan lebih aktif secara fisik, sehingga kebutuhan kalori rata-rata akan meningkat sekitar 100 kalori.
Komisi Eropa juga mengeluarkan panduan pada bulan Maret yang menyatakan warga Uni Eropa harus menimbun makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang cukup untuk menopang mereka setidaknya selama 72 jam. Dokumen ini menyebut Eropa menghadapi realitas baru yang lebih suram, dengan perang di Ukraina, sabotase infrastruktur penting, dan peperangan elektronik sebagai faktor utama. Kesiapsiagaan bukan tentang ketakutan, melainkan tentang ketahanan.