Militer Israel Krisis Pasukan, Rekrut Prajurit dengan Gangguan Mental yang Masih Dirawat
Semakin banyak tentara Israel yang melaporkan pengalaman ‘trauma perang, masalah keluarga, dan tekanan psikologis.’
Sebuah laporan media Israel mengungkapkan bahwa krisis kekurangan personel membuat militer Israel menarik kembali tentara yang didiagnosis mengalami gangguan stress pascatrauma (PTSD) di tengah gencarnya serangan mereka di Jalur Gaza.
Dikutip dari Haaretz, kekhawatiran internal militer Israel melonjak karena defisit personel dan meningkatnya kesulitan dalam mempertahankan jumlah pasukan aktif. Akibat krisis militer Israel, saat ini militer Israel mulai merekrut prajurit cadangan yang menderita trauma dan kondisi psikologis lainnya meski mereka sedang dalam proses perawatan.
Seorang komandan menyoroti peningkatan tajam kasus PTSD dan angka bunuh diri di kalangan tentara dan pasukan cadangan sejak 7 Oktober 2023.
Angka bunuh diri meningkat
“Karena tentara kami tidak memiliki komitmen untuk berperang, kami terpaksa merekrut individu yang kondisi mentalnya tidak stabil,” kata komandan itu, seraya menambahkan, “kami berperang dengan apa yang kami miliki, walaupun kami tahu kondisi psikologis mereka tidak layak tempur," kata dia, seperti dilansir Press TV, Selasa (20/5).
Data yang menunjukkan meningkatnya angka bunuh diri memicu kekhawatiran di jajaran militer. Baru-baru ini dua tentara Israel dikabarkan bunuh diri. Hal ini semakin merperbesar sorotan publik terhadap penanganan isu kesehatan mental oleh militer Israel.
Sebuah studi Israel terbaru menemukan sekitar 12 persen pasukan cadangan melaporkan gejala PTSD yang parah. Kondisi ini mempengaruni kemampuan mereka untuk melaksanakan tugas dan membuat mereka tidak layak untuk berperang.
Tentara cadangan
Peningkatan ini muncul ketika Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan Israel berencana untuk merebut seluruh Jalur Gaza.
Para kritikus menyebut rezim Israel “mengirim lebih banyak tentara ke Gaza untuk bertempur di wilayah yang sama berulang kali.”
Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan tentara cadangan Israel menandatangani surat penuntutan agar rezim Netanyahu menghentikan perang di Gaza.
Dengan kampanye pembersihan etnis di Gaza yang telah memasuki bulan ke-19, semakin banyak tentara Israel yang melaporkan pengalaman ‘Trauma perang, masalah keluarga, dan tekanan psikologis.’
Reporter Magang: Devina Faliza Rey