Media Iran Sebut Israel Retas Televisi Nasional Iran, Siarkan Propaganda Agar Rakyat Tuntut Perubahan Rezim
Televisi pemerintah Iran kembali jadi sasaran serangan kali ini lewat peretasan.
Media Iran kemarin mengatakan Israel meretas televisi nasional Iran dan menyiarkan program propaganda yang berisi seruan agar warga melakukan “perubahan rezim.”
Televisi pemerintah Iran menjadi sasaran serangan siber dan seorang pembawa acara memberi tahu bahwa sedang terjadi gangguan program, demikian laporan media kemarin.
“Jika anda melihat gangguan atau pesan yang tidak pantas di berbagai saluran, itu disebabkan oleh upaya pengacauan jahat melalui frekuensi satelit,” kata pembawa acara tersebut, seperti dikutip dari DPA international.
Memutus internet
Video yang beredar di media sosial menunjukkan bukti-bukti peretasan di televisi pemerintahan Iran (IRIB). Mereka menampilkan cuplikan yang menggambarkan demonstrasi massa pada musim gugur 2022. Saat itu, gerakan protes “Wanita, Kehidupan, Kebebasan” membawa kepemimpinan Iran ke ambang kehilangan kendali.
Pada Senin (16/6) lalu, militer Israel membombardir kantor pusat stasiun televisi Iran. Dua wartawan dilaporkan tewas dan bangunan itu rusak parah.
Aparat keamanan Iran sementara itu telah memutus internet. Saat ini, koneksi telepon ke negara itu juga tidak memungkinkan
Namun, media yang dikendalikan negara Iran dapat terus menyebarkan berita mereka melalui media sosial.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey