Arab Saudi Pasang Alat Deteksi Jalan Rusak Demi Keselamatan Jemaah Haji
Program ini diluncurkan oleh Arab Saudi sebagai upaya untuk mendukung pencapaian target dari Visi Saudi 2030.
Arab Saudi sedang mempercepat pengembangan besar-besaran jaringan jalan nasional untuk meningkatkan keamanan pergerakan jemaah haji. Ini merupakan bagian dari upaya transportasi multi-sektor yang disiapkan menjelang musim haji 2026, seperti yang dilaporkan oleh Saudi Press Agency (SPA).
Otoritas Umum Jalan Raya yang berada di bawah Kementerian Transportasi dan Layanan Logistik mengungkapkan bahwa mereka telah mengerahkan armada peralatan survei dan penilaian jalan yang terbesar di dunia. Teknologi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan keselamatan serta efisiensi di seluruh jaringan jalan raya di kerajaan.
Program ini juga merupakan bagian dari transformasi yang lebih luas untuk mendukung target Visi Saudi 2030, yang menargetkan hingga 30 juta jemaah haji per tahun pada akhir dekade ini, sebagaimana dikutip dari laman Arab News pada Senin (4/5/2026).
Berdasarkan laporan SPA, armada tersebut dilengkapi dengan kamera beresolusi tinggi dan sensor laser yang mampu mendeteksi kerusakan permukaan jalan, seperti retakan dan alur, dengan tingkat presisi mencapai 0,05 milimeter.
Selain itu, sistem ini juga mampu mengukur ketebalan perkerasan, keselarasan jalan, serta ketahanan terhadap selip, sehingga mempercepat proses pemeliharaan, terutama saat musim puncak haji.
Otoritas menargetkan penurunan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas menjadi di bawah lima per 100.000 penduduk, sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh International Road Assessment Programme. Peningkatan infrastruktur jalan ini sejalan dengan kesiapan transportasi lainnya. Kementerian sebelumnya juga mengumumkan bahwa sektor penerbangan, perkeretaapian, maritim, dan transportasi darat telah siap secara operasional.
Dalam sektor penerbangan, lebih dari 3,1 juta kursi telah disiapkan melalui sekitar 12.000 penerbangan di enam bandara utama yang dioperasikan oleh sekitar 22.000 personel. Sejumlah inovasi juga diterapkan, seperti layanan pemeriksaan bagasi di luar bandara dan distribusi awal air zamzam untuk mengurangi kepadatan.
33.000 Bus dan 5.000 Taksi
Sementara itu, diperkirakan jaringan kereta api akan mengangkut jutaan penumpang. Metro Al-Mashaaer Al-Mugaddassah direncanakan untuk melayani lebih dari dua juta penumpang, sedangkan Kereta Cepat Haramain menyediakan lebih dari 2,2 juta kursi.
"Metro Al-Mashaaer Al-Mugaddassah digunakan khusus oleh jemaah untuk perjalanan antar lokasi suci di Makkah selama puncak ibadah haji." Selain itu, Kereta Cepat Haramain menghubungkan Makkah dan Madinah, dengan pemberhentian di Jeddah, Bandara Internasional King Abdulaziz, serta Kawasan Ekonomi King Abdullah.
Untuk transportasi darat, telah disiapkan sekitar 33.000 bus dan 5.000 taksi, yang didukung oleh tim inspeksi serta manajemen lalu lintas. Di samping itu, sektor logistik dan maritim juga diperkuat.
"Layanan pos nasional memperluas armada pengiriman, sementara otoritas pelabuhan telah menyelesaikan prosedur kedatangan di Pelabuhan Islam Jeddah."
Pusat Keselamatan Transportasi Nasional akan beroperasi selama 24 jam untuk mengoordinasikan respons darurat. Secara keseluruhan, langkah-langkah ini menegaskan upaya Arab Saudi dalam menciptakan sistem transportasi yang terpadu, aman, dan efisien bagi jutaan jamaah haji, serta memperkuat posisinya sebagai pusat logistik global.