Israel kemarin menyerang stasiun televisi negara Iran IRIB sehingga awak medianya terpaksa menghentikan siaran langsung.
Dilansir Aljazeera, Selasa (17/6), pembawa acara TV Sahar Emami saat itu tengah menyampaikan kecaman kepada agresi Israel terhadap "tanah airnya dan kebenaran" saat ledakan terjadi dan asap serta puing-puing memenuhi layar.
Rekaman itu kemudian menunjukkan dia melarikan diri dari studio saat sebuah suara terdengar berseru, “Allahuakbar,” dan bangunan runtuh.
Tentara Israel menargetkan kantor pusat otoritas radio dan televisi resmi Iran di Teheran. Bangunan tersebut terletak di timur laut ibu kota dan mempekerjakan 50.000 pegawai.
Advertisement
Bangunan sipil
Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, secara terbuka mengancam akan menghancurkan stasiun TV Iran itu. Dalam pernyataannya kemarin, Katz mengancam bahwa “corong propaganda dan hasutan milik Iran akan segera musnah.”
Sebelum serangan, pihak berwenang meminta warga untuk mengungsi dari area sekitar markas tersebut. Evakuasi yang terjadi saat itu tampaknya menandakan serangan yang akan segera terjadi.
Bangunan yang menjadi sasaran adalah fasilitas sipil. Belum ada laporan langsung tentang korban yang telah dirilis.
Breaking | Israeli occupation aircraft just bombed the headquarters of the Iranian Radio and Television Authority in Tehran, Iran. pic.twitter.com/vih1Folizw
— Quds News Network (@QudsNen) June 16, 2025
Lembaga penyiaran negara Iran mengoperasikan seluruh jaringan layanan radio dan televisi negara tersebut. Lembaga ini mempekerjakan antara 30.000 hingga 50.000 orang, dan kantor pusat berada di Teheran.
Lembaga ini mengelola 12 saluran TV nasional, lebih dari 30 stasiun provinsi, dan beberapa stasiun internasional termasuk Press TV, Al-Alam, HispanTVm dan Sahar TV.
Selain itu, lembaga ini juga mengelola lebih dari selusin stasiun radio domestik dan sekitar 30 layanan radio internasional dalam berbagai bahasa. Lembaga ini menerbitkan surat kabar Jam-e Jam dan mengawasi beberapa platform digital, demikian dilansir Quds News Network.
Serangan Israel menandai eskalasi besar-besaran dalam penyerangannya di Iran, beralih dari infrastruktur militer ke sipil.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey