Ilmuwan Ungkap Manusia Hampir Punah 930.000 Tahun Lalu, Ini Penyebabnya
Temuan mengejutkan ini terungkap dalam penelitian terbaru ilmuwan dari China, AS, dan Italia.
Sekitar 300.000 tahun yang lalu, manusia modern secara anatomi muncul di Afrika, menandai momen penting dalam sejarah manusia. Sayangnya, akar garis keturunan ini memiliki kesenjangan lebih dari 6 juta tahun dari garis keturunan manusia yang terpisah dari simpanse dan bonobo.
Namun, sebuah studi terbaru yang dilakukan para ilmuwan dari China, Italia dan Amerika Serikat mengungkapkan alasan di balik kesenjangan periode manusia purba 300.000 tahun yang lalu ini.
Para ilmuwan menggunakan metode yang disebut FitCoal, sebuah proses koalesensi waktu infinitesimal cepat untuk menganalisis data genom manusia modern dari 3.154 individu, seperti dikutip dari laman The Brighter Side, Jumat (27/12).
Ahli antropologi dari Universitas Sapienza Roma, Giorgio Manzi menjelaskan, kesenjangan dalam catatan fosil Afrika dan Eurasia dapat dijelaskan oleh kemacetan ini di Zaman Batu Awal. Secara kronologis, hal ini bertepatan dengan hilangnya bukti fosil secara signifikan.
Sebelumnya, metode tradisional seringkali mengandalkan rumus yang kurang akurat karena adanya kesalahan numerik. Sementara itu, FitCoal dapat memberikan kesimpulan demografis yang tepat dengan menganalisis spektrum frekuensi situs (SFS) dari sekuens genomik.
SFS melacak distribusi frekuensi alel dalam genom manusia masa kini, yang menyimpan petunjuk tentang perubahan populasi kuno.
Krisis Iklim
Kemacetan ini terjadi antara 930.000 dan 813.000 tahun lalu, merupakan periode penurunan populasi yang drastis. Selama era ini, terjadi pergolakan iklim, termasuk peristiwa glasiasi dan kekeringan parah yang mengubah ekosistem secara dramatis.
Kondisi ini kemungkinan mengganggu sumber makanan, kelangsungan hidup dan menciptakan seleksi alam. Diperkirakan sekitar 65,85 persen keanekaragaman genetik saat ini hilang selama periode ini.
Meski begitu, periode kemacetan evolusi ini juga memfasilitasi peristiwa evolusi utama penggabungan dua kromosom leluhur menjadi yang sekarang dikenal sebagai kromosom 2 pada manusia modern. Pergeseran genetik ini berpotensi menandai divergensi manusia modern, Neanderthal dan Denisova.
Reporter Magang: Elma Pinkan Yulianti