Hampir 1 Juta tahun yang lalu, populasi dunia hanya berjumlah 1.300 orang dalam kurun waktu lebih dari 100.000 tahun.
Jumlah itu dianggap oleh sebuah penelitian manusia hampir menghadapi kepunahan.
Dilansir dari laman Live Science, Kamis, (7/9), keadaan yang hampir punah ini memainkan peran besar terkait evolusi manusia modern yang telah punah secara misterius seperti Neanderthal beralis tebal dan Denisovan.
Data genetik menunjukkan bahwa antara 813.000 dan 930.000 tahun lalu nenek moyang manusia modern mengalami penurunan perkembangbiakan.
Penurunan ini berimbas terhadap populasi sebanyak 98,7 persen. Salah satu peneliti di School of Medicine, New York, mengatakan bahwa diperkirakan populasi manusia modern pada saat itu berjumlah 1.280 selama 117.000 tahun lamanya.
Advertisement
Dampak dari anomali tersebut, menyebabkan penurunan suhu di permukaan laut, kekeringan yang panjang di Afrika serta Eurasia. Akibatnya pun berdampak pada kehidupan manusia kala itu.
Advertisement
Bahkan, ada penelitian juga yang menyebutkan bahwa nenek moyang manusia modern merupakan gabungan antara 2 kromosom manusia purba zaman 900.000 hingga 740.000 tahun yang lalu.
Hingga kini, peneliti masih mengembangkan teknologi dan metode baru untuk mendapatkan jawaban pasti mengenai kejanggalan manusia yang hampir mengalami kepunahan.
Untuk itu, ahli paleoantropologi dari Natural History Museum London mengatakan, diperlukan teknik analisis terbaru untuk mengetahui data denom dari manusia purba Neanderthal dan Denisovan di masa mendatang.
Advertisement