Ilmuwan Ungkap 250 Juta Tahun Lagi akan Muncul Superbenua Vulkanik, Ini Dampak Bagi Umat Manusia

Superbenua ini tak main-main. Panasnya mampu membuat makhluk hidup punah, termasuk manusia.

Fauzan Jamaludin
Oleh Fauzan Jamaludin - Reporter
Ilmuwan Ungkap 250 Juta Tahun Lagi akan Muncul Superbenua Vulkanik, Ini Dampak Bagi Umat Manusia
Ilmuwan Ungkap 250 Juta Tahun Lagi akan Muncul Superbenua Vulkanik, Ini Dampak Bagi Umat Manusia (Merdeka.com)

Manusia dan mamalia lain diperkirakan hanya mempunyai waktu sekitar 250 juta tahun lagi untuk hidup di Bumi

Sebab menurut salah satu studi, seluruh benua diperkirakan akan bertabrakan dan membentuk satu blok tanah besar yang suhunya panas dan kering untuk ditinggali.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Studi itu diungkapkan oleh Nature Geoscience. Penelitiannya memperlihatkan keadaan Bumi pada 250 juta tahun lagi akan mengalami pergeseran benua dan perubahan atmosfer. 

Hal ini ditunjukkan melalui komputer yang mampu memprediksikan kejadian yang akan mengubah Bumi menjadi satu superbenua vulkanik, yang dinamai peneliti sebagai Pangea Ultima. 
Dok. Istimewa

Wilayah Pangea Ultima terletak di wilayah tropis Bumi sepanjang garis khatulistiwa. 

Foto: AFP/Jeremy Richard

Menurut penelitian tersebut, hal ini bukan terjadi pertama kalinya, melainkan sekitar  300-180 juta tahun yang lalu pernah ada superbenua yang bernama Pangea.

Benua ini hadir sebelum Bumi pecah dan berubah menjadi struktur benua yang ada sekarang. 

Para peneliti mengungkapkan, jika hal ini terjadi lagi maka Pangea Ultima akan menjadi super benua yang dipenuhi dengan gunung berapi dan melepaskan banyak karbon dioksida.

Maka dengan adanya peristiwa itu menjadikan kondisi Pangea Ultima tidak ramah lagi bagi mamalia.

Bahkan, para peneliti juga memprediksi adanya peningkatan karbon dioksida akan menyebabkan krisis iklim dan mengakibatkan kepunahan massal bagi mamalia di Bumi, termasuk manusia. 

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

“Kami memperkirakan bahwa terbentuknya Pangea Ultima pada 250 juta tahun yang akan datang dapat menyebabkan panas ekstrem dan mengakibatkan kepunahan massal bagi mamalia, serta kehidupan lainnya,” jelas Alex Farnsworth, ahli Meteorologi dari University of Bristol dikutip dari CBSNews, Jumat (29/9).

Rekomendasi