Viral Premanisme di Tanah Abang, Satpol PP DKI Perketat Pengawasaan Titik Rawan
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat.
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta memperketat pengawasan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, menyusul maraknya aksi premanisme yang sempat viral di pusat perbelanjaan tersebut. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menegaskan pihaknya langsung bergerak cepat begitu kasus tersebut mencuat ke publik.
“Pasca kejadian viral di Tanah Abang, Satpol PP tidak diam. Kami langsung melakukan respons cepat dan berkoordinasi dengan kepolisian. Selain itu, penertiban di titik rawan melalui penertiban pangkalan liar misalnya bajaj dan aktivitas yang memicu pungli/premanisme serta patroli rutin di kawasan Tanah Abang,” kata Satriadi kepada wartawan, dikutip Sabtu (25/4/2026).
Patroli Rutin dan Pemantauan CCTV
Sebagai langkah lanjutan, Satpol PP terus menggencarkan patroli rutin di kawasan Tanah Abang. Pengawasan juga diperkuat dengan pemanfaatan teknologi, termasuk pemantauan kamera pengawas (CCTV) dan sistem monitoring digital secara real-time.
“Kami juga melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat berupa imbauan dan woro-woro,” ucap Satriadi.
Pendekatan ini diharapkan mampu menekan potensi gangguan keamanan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketertiban umum.
Satpol PP juga mengedepankan langkah pencegahan dengan mengoptimalkan peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Keterlibatan warga dinilai penting sebagai deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.
“Sementara itu, penambahan dan optimalisasi pengawasan melalui pengawasan berbasis CCTV juga akan kami perbanyak dan perluas. Kemudian untuk patroli rutin di kawasan Tanah Abang, kamu berkoordinasi lintas instansi melibatkan TNI/Polri dan perangkat daerah/unit kerja perangkat daerah,” katanya.
Kebutuhan Personel Masih Kurang
Di sisi lain, Satriadi mengakui bahwa jumlah personel Satpol PP DKI Jakarta saat ini masih belum ideal untuk menjangkau seluruh titik rawan secara maksimal. Saat ini, total anggota yang dimiliki mencapai 5.009 orang.
“Sedang kami lakukan kajian penambahan personel oleh tim SDM. Perhitungannya berbasis kebutuhan riil di lapangan, seperti di pasar atau stasiun yang idealnya membutuhkan 10 sampai 20 personel per shift, atau 30 sampai 60 personel per lokasi per hari,” tandasnya.
Dengan rencana penambahan personel serta penguatan sistem pengawasan, Satpol PP berharap situasi keamanan di kawasan Tanah Abang dapat semakin terkendali dan kondusif.