Dino Patti Djalal Kecam AS Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro: Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional
Dino menilai, tindakan Amerika Serikat menandakan bahwa situasi dunia saat ini sudah masuk ke dalam dangerous world order.
Eks Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Dino Patti Djalal bersuara ihwal tindakan Amerika Serikat terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Menurut dia, peristiwa tersebut menandakan kembalinya hukum rimba ketimbang hukum internasional.
"Invasi militer dan penangkapan/penculikan Presiden Venezuela Maduro oleh AS menandakan bahwa hukum rimba telah gantikan hukum internasional. Negara yang kuat merasa berhak melakukan aksi 'semau gue' terhadap negara lain," kata Dino seperti dikutip dari akun X pribadinya, Minggu (4/1).
Sikap Dewan Keamanan PBB Dipertanyakan
Dino menilai, tindakan Amerika Serikat menandakan bahwa situasi dunia saat ini sudah masuk ke dalam dangerous world order.
"Bagaimana sikap Dewan Keamanan PBB? Sikap G7? Bagaimana sikap Amerika Latin? Bagaimana sikap Indonesia? Ujian bagi polugri (politik luar negeri) bebas aktif yang berlandaskan pada prinsip," tegas mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini.
Penangkapan Nicolas Maduro untuk Keamanan Energi AS
Dino menambahkan, menurut CSIS di Washington DC, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan ke depan AS akan ikut membangun Venezuela dengan fokus pada sektor minyak.
"CSIS adalah thinktank paling terkemuka di AS. Jelaslah, motivasi utama operasi regime change Trump terhadap Presiden Maduro adalah untuk keamanan energi AS, bukan faktor lain (demokrasi + narkoba)," Dino menandasi.
Penangkapan Nicolas Maduro
Nama Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi sorotan internasional. Hal itu setelah Maduro ditangkap militer Amerika Serikat (AS).
Maduro ditangkap bareng istrinya, Cilia Flores anggota Delta Force dalam operasi besar digelar unit khusus militer AS tersebut di Karakas ibu kota Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.
Penangkapan Maduro ini disampaikan Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social pada hari Sabtu 3 Januari 2026.
Trump menyebut Maduro dan Flores diterbangkan keluar dari Venezuela untuk menjalani proses hukum di Amerika Serikat usai ditangkap pasukan elite antiteror AS.
"AS telah berhasil melaksanakan sebuah operasi serangan berskala besar terhadap Venezuela. Dalam operasi tersebut, pemimpin Venezuela, Presiden Nicolas Maduro, bersama istrinya, berhasil ditangkap dan diterbangkan keluar dari negara itu. Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan aparat penegak hukum AS. Rincian lebih lanjut akan disampaikan kemudian. Konferensi pers akan diadakan hari ini pukul 11.00 di Mar-a-Lago," tulis Trump di platform Truth Social tanpa menjelaskan secara rinci bentuk keterlibatan maupun lembaga yang berpartisipasi.