Profil Delcy Rodriguez yang Resmi Menjabat Presiden Sementara Venezuela
Dia berasal dari keluarga aktivis politik. Ayahnya adalah tokoh kiri yang meninggal di penjara.
Delcy Eloina Rodriguez Gomez resmi ditunjuk sebagai Presiden Sementara Venezuela setelah pemerintahan menghadapi kekosongan kekuasaan menyusul krisis politik yang terjadi di Caracas setelah Nicolas Maduro ditangkap oleh Amerika Serikat.
Penunjukan Rodriguez dilakukan melalui mekanisme konstitusional untuk memastikan keberlanjutan roda pemerintahan serta stabilitas negara di tengah tekanan politik dan gejolak internal yang meningkat.
Keputusan tersebut lahir di tengah situasi politik Venezuela yang penuh ketegangan, di mana kepemimpinan negara harus dijaga agar fungsi administratif, keamanan nasional, dan pelayanan publik tetap berjalan.
Rodriguez kemudian mengambil sumpah jabatan di hadapan lembaga negara dan menegaskan komitmennya menjaga kedaulatan serta kesinambungan pemerintahan.
Keluarga Aktivis Politik
Delcy Eloina Rodriguez Gomez lahir pada 18 Mei 1969 di Caracas. Ia dikenal sebagai seorang pengacara, diplomat, dan politikus yang menempati sejumlah posisi strategis dalam pemerintahan Venezuela sebelum akhirnya ditunjuk sebagai presiden sementara.
Rodriguez berasal dari keluarga aktivis politik. Ayahnya, Jorge Antonio Rodriguez, merupakan tokoh kiri yang meninggal saat dalam tahanan pada 1976, peristiwa yang turut membentuk pandangan politiknya sejak muda.
Dalam bidang pendidikan, Rodriguez menempuh studi hukum di Central University of Venezuela. Latar belakang akademiknya di bidang hukum menjadi fondasi penting dalam karier politik dan administratifnya, terutama ketika ia terlibat dalam penyusunan kebijakan pemerintahan serta diplomasi internasional.
Pernah Jadi Menteri Luar Negeri
Seiring perjalanan kariernya, Rodriguez dikenal sebagai salah satu figur perempuan paling berpengaruh dalam lanskap politik modern Venezuela.
Dikutip dari Wikipedia, karier politik Rodriguez berlangsung panjang dan berlapis jabatan. Ia pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informasi pada 2013–2014, kemudian diangkat menjadi Menteri Luar Negeri pada 2014–2017.
Pada 2017, ia memimpin Majelis Konstituante Nasional, lembaga yang dibentuk pemerintah untuk merevisi struktur politik negara. Pengaruh politiknya makin menguat ketika ditunjuk sebagai Wakil Presiden Venezuela sejak 2018.
Tidak Lepas dari Kontroversi
Selain itu, Rodriguez juga sempat memegang portofolio ekonomi dengan menjabat sebagai Menteri Ekonomi dan Keuangan pada 2020–2024, sebelum kemudian dipercaya menangani sektor energi sebagai Menteri Perminyakan pada 2024.
Serangkaian jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu aktor sentral dalam pemerintahan, sekaligus figur utama di lingkaran kekuasaan Partai Sosialis Bersatu Venezuela.
Di sisi lain, kiprah politik Rodriguez tidak lepas dari kontroversi. Ia menjadi salah satu pejabat Venezuela yang dikenai sanksi internasional oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Uni Eropa, dengan tuduhan terkait dugaan pelanggaran demokrasi dan hak asasi manusia dalam dinamika politik nasional.
Meski demikian, di dalam negeri ia tetap dipandang sebagai loyalis utama pemerintahan dan simbol kontinuitas kekuasaan.
Reporter magang: Ahmad Subayu