Trump Klaim Jadi Presiden Sementara Venezuela, Laman Wikipedianya Jadi Sorotan
Tindakan tersebut menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap situasi di Venezuela.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu kontroversi terkait krisis yang melanda Venezuela setelah ia mengunggah tangkapan layar dari laman Wikipedia pribadinya. Dalam unggahan tersebut, terdapat tambahan gelar "presiden sementara Venezuela," yang semakin mempertegas pesan yang saling bertentangan dari Washington D.C mengenai siapa yang sebenarnya berkuasa di negara Amerika Selatan itu.
Trump membagikan cuplikan halaman Wikipedia miliknya yang telah diedit, dengan keterangan di bawah potret resmi yang berbunyi "Presiden sementara Venezuela, menjabat Januari 2026" pada Minggu 11 Januari 2026. Unggahan itu segera menarik perhatian luas, seperti yang dilaporkan oleh USA Today pada 13 Januari 2026.
Klaim simbolik tersebut muncul setelah operasi militer AS pada 3 Januari yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, beserta istrinya dalam sebuah serangan mendadak. Operasi ini dilakukan setelah berbulan-bulan tekanan dari Washington terhadap Caracas, di tengah ketegangan mengenai legitimasi kekuasaan Maduro dan kepentingan strategis AS terhadap minyak Venezuela.
Trump Bersikukuh Berkuasa Atas Venezuela
Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari penangkapan, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan "menjalankan" Venezuela hingga tercapai "transisi yang aman, tepat, dan bijaksana." Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan sikap pejabat tinggi pemerintahannya.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dan Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan bahwa Washington hanya menggunakan "pengaruh" untuk mendorong terbentuknya kepemimpinan sementara di Venezuela. Meskipun demikian, Trump tetap bersikukuh dengan pernyataannya bahwa "kami yang berkuasa."
Dalam wawancara eksklusif dengan The New York Times, Trump bahkan mengungkapkan bahwa ia memperkirakan AS akan mengendalikan Venezuela dan mengekstraksi minyaknya selama bertahun-tahun ke depan. Sementara itu, secara resmi, Venezuela telah melantik Delcy Rodríguez, mantan wakil presiden di bawah pemerintahan Maduro, sebagai presiden sementara.
Gelar "Presiden Sementara Venezuela" di Wikipedia Dihapus
Rodríguez sempat menolak anggapan bahwa ia akan bekerja sama dengan pemerintahan Trump, namun kemudian melunak.
"Kami mengundang pemerintah Amerika Serikat untuk berkolaborasi dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama, dalam kerangka hukum internasional," ujarnya dalam unggahan Instagram pada 4 Januari.
Namun, perkembangan lain menunjukkan bahwa klaim Trump belum memiliki dasar formal. Peninjauan terhadap laman Wikipedia Trump pada 12 Januari memperlihatkan bahwa gelar "Presiden Sementara Venezuela" sudah tidak tercantum lagi.
Trump Sebut Maduro Diktator Ilegal
Amerika Serikat sendiri telah meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari operasi terhadap kapal yang dituduh terlibat penyelundupan narkoba, penguatan kehadiran militer di kawasan Karibia, hingga peringatan kepada maskapai penerbangan untuk menghindari wilayah udara Venezuela.
Trump secara terbuka menyebut Maduro sebagai "diktator ilegal" ketika mengumumkan penangkapannya di Mar-a-Lago, Florida. Maduro telah berkuasa sejak 2013, dan pemerintahannya sering dituduh bertanggung jawab atas kehancuran ekonomi Venezuela.
Pemilu Venezuela 2024 juga dipenuhi dengan kontroversi, di mana Maduro dan pihak oposisi sama-sama mengklaim kemenangan, sementara sejumlah pemimpin dunia mempertanyakan legitimasi hasil pemungutan suara tersebut.
Unggahan Trump mengenai "presiden sementara Venezuela" dinilai semakin memperkeruh ketidakjelasan arah kebijakan AS, sekaligus menambah ketegangan geopolitik di kawasan yang kaya sumber daya energi itu.