Daftar Negara yang Dapat Lampu Hijau Iran Lewat Selat Hormuz, Indonesia Belum Ada
Berikut adalah negara-negara yang sudah diperbolehkan Iran lewat Selat Hormuz. Indonesia sayangnya belum ada.
Sejumlah kecil negara dilaporkan berhasil mengamankan jalur aman bagi kapal-kapal mereka untuk melintasi Selat Hormuz. Hal ini menunjukkan adanya aturan selektif dalam akses pelayaran di salah satu titik paling vital bagi distribusi energi dunia.
Mengutip Telegraph India, Jumat (27/3/2026), data dari Kpler mencatat, sejak 1 Maret—ketika konflik mulai memanas, hanya 138 kapal yang melintasi selat tersebut, turun drastis hingga 95 persen.
Meski Iran menyatakan hanya akan menargetkan musuh dan sekutunya, ketidakjelasan definisi tersebut meningkatkan risiko bagi pelayaran global.
Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kapal bahkan dilaporkan menjadi sasaran serangan.
Di tengah ketidakpastian itu, beberapa negara tetap mampu melintas setelah memperoleh izin, baik secara tersirat maupun langsung dari Iran.
Izin tersebut umumnya berkaitan dengan posisi diplomatik, hubungan energi, atau sikap netral dalam konflik.
Daftar Negara
Berikut sejumlah negara yang kapalnya diketahui berhasil melintasi Selat Hormuz:
Thailand
Pada Rabu, 25 Maret, sebuah kapal tanker minyak asal Thailand berhasil melintas setelah koordinasi diplomatik dengan Iran.
Sehari sebelumnya, Teheran menyatakan di Dewan Keamanan PBB dan Organisasi Maritim Internasional bahwa hanya kapal “non-hostil” yang diizinkan melintas dengan koordinasi resmi.
China
Pada Senin, kapal kargo milik China menjadi yang pertama diizinkan melintas. Data dari Lloyd’s List Intelligence menyebut kapal tersebut juga merupakan yang pertama membayar biaya khusus untuk jalur aman.
India
Dua kapal tanker dari India dilaporkan melintas pada Senin, di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan menyerang Iran jika selat tidak dibuka.
Kapal India pertama melintas pada 12 Maret setelah pemerintah India mendapat jaminan dari Iran. Hingga 20 Maret, sembilan kapal India telah berhasil melewati jalur tersebut, sementara puluhan lainnya masih dalam proses evakuasi.
Pakistan
Sebuah kapal tanker tujuan Pakistan berhasil melintas pada pertengahan Maret, menjadi yang pertama sejak konflik dimulai. Namun, pada Rabu, kapal lain tujuan Pakistan justru ditolak dan dipaksa berbalik arah.
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut penolakan terjadi karena kapal tidak memenuhi protokol dan tidak memiliki izin resmi. Perubahan ini terjadi di tengah peran Pakistan sebagai mediator dalam konflik.
Turki
Pada 13 Maret, kapal milik Turki diizinkan melintas setelah mendapat persetujuan dari Teheran. Dari 15 kapal Turki yang sempat tertahan, baru satu yang berhasil melintas sejauh ini.
Jepang
Belum ada kapal dari Japan yang melintas. Namun, Iran menyatakan siap memberikan izin bagi kapal terkait Jepang setelah pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi.
Kondisi ini menunjukkan bagaimana dinamika geopolitik kini sangat memengaruhi akses pelayaran global, terutama di jalur energi paling strategis di dunia.