Arkeolog Temukan Bukti Manusia Purba Pernah Mancing Ikan di Pulau Ini, Ada Kail Sampai Tulang Hewan Laut
Temuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan manusia purba dan interaksi mereka dengan laut.
Tim arkeolog berhasil mengungkap bukti signifikan mengenai praktik mancing yang dilakukan manusia purba di wilayah Pantai Makran, Iran. Penemuan ini memberikan gambaran detail tentang bagaimana manusia purba berinteraksi dengan sumber daya laut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sejak Zaman Paleolitikum.
Para arkeolog meyakini bukti-bukti ini dapat membantu merekonstruksi pola migrasi dan perkembangan budaya masyarakat pesisir kuno. Arkeolog yang dipimpin Mortaza Hessari menemukan kail pancing dari batu, pemberat jaring, endapan kerang, dan tulang hewan laut—yang digali bersama pecahan keramik yang berasal dari milenium ke-4 SM.
Artefak ini menunjukkan masyarakat pesisir awal terlibat dalam praktik penangkapan ikan yang terorganisasi dan pemanfaatan sumber daya laut yang berkelanjutan ribuan tahun yang lalu.
"Penemuan ini belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut," kata Hessari, dikutip dari Arkeonews, Kamis (22/5).
"Penemuan ini tidak hanya menyoroti peralatan batu Paleolitikum tetapi juga memberikan bukti arkeologis yang kuat tentang praktik penangkapan ikan sistematis pada zaman prasejarah."
Di salah satu parit ditemukan pemberat ikan bersama sisa-sisa kerang dan tembikar. Temuan ini memberikan gambaran sekilas tentang pola makan dan teknologi masyarakat pesisir kuno. Para arkeolog meyakini analisis laboratorium terhadap sisa-sisa ini dapat mengidentifikasi spesies akuatik tertentu yang dipanen di wilayah tersebut, yang memberikan wawasan yang lebih dalam tentang aspek lingkungan dan ekonomi kehidupan prasejarah.