5 Kecelakaan Kereta Api Paling Mematikan Sepanjang Sejarah Dunia
Kecelakaan kereta terburuk dalam sejarah terjadi pada 2004 di India, yang dikenal sebagai Kecelakaan Kereta Kereta Api Gaisal, lebih dari 350 orang tewas.
Dunia transportasi di Indonesia kembali mengalami tragedi yang menyedihkan. Pada malam kemarin, terjadi insiden mengerikan yang melibatkan tabrakan antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Kecelakaan ini berlangsung di perlintasan sebidang dan menyebabkan kerusakan yang signifikan pada gerbong kereta, serta menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka.
Pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti dari kejadian ini, apakah disebabkan oleh kegagalan sistem persinyalan atau kelalaian manusia. Kejadian tragis ini menjadi pengingat pahit bahwa meskipun teknologi kereta api terus mengalami perkembangan, risiko kecelakaan besar tetap ada.
Sepanjang sejarah, berbagai peristiwa kelam di atas rel telah merenggut ribuan nyawa dalam sekejap. Sebagai refleksi atas pentingnya keselamatan dalam transportasi, berikut adalah lima kecelakaan kereta paling tragis dalam sejarah, seperti yang dikutip dari laman World Atlas, Selasa (28/4/2026):
Kereta Api Queen of the Sea Line di Sri Lanka
Tragedi kereta api terburuk dalam sejarah terjadi di Peraliya, Sri Lanka, pada tanggal 26 Desember 2004. Pada saat itu, kereta yang dikenal sebagai Queen of the Sea Line, yang dipenuhi penumpang, sedang dalam perjalanan menuju Galle, bertepatan dengan perayaan Natal dan hari raya Buddha. Naas, gelombang tsunami yang sangat kuat akibat gempa bumi di Samudra Hindia datang menerjang ketika kereta berada di dekat pantai.
Penduduk setempat yang beranggapan bahwa kereta bisa menjadi tempat perlindungan justru tersapu oleh gelombang kedua yang jauh lebih besar, yang mengangkat dan menghantamkan rangkaian kereta ke bangunan di sekitarnya.
Ribuan orang terjebak dan tenggelam di dalam gerbong kereta, mengakibatkan jumlah korban jiwa yang sangat besar, yaitu lebih dari 1.700 orang. Peristiwa ini menjadi salah satu bencana paling memilukan yang pernah tercatat, menunjukkan betapa dahsyatnya kekuatan alam. Tsunami yang melanda tidak hanya menghancurkan kereta, tetapi juga mengubah hidup banyak orang selamanya. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang tak terduga.
Kereta Militer Prancis pada 12 Desember 1917
Sebuah insiden tragis yang seharusnya bisa dihindari terjadi pada 12 Desember 1917, yang merenggut nyawa sekitar 900 tentara Prancis yang sedang dalam perjalanan pulang untuk merayakan Natal. Kereta militer nomor 612 yang berangkat dari Italia menuju Lyon mengalami kelebihan beban saat menuruni lereng curam di Saint-Michel-de-Maurienne, yang menyebabkan kereta tergelincir dan jatuh dari jembatan.
Kejadian tersebut memicu kebakaran hebat yang menghanguskan gerbong-gerbong kayu beserta penumpangnya. Ironisnya, masinis kereta tersebut sempat menolak untuk berangkat karena merasa kondisi kereta tidak aman dan tidak dilengkapi dengan sistem pengereman yang memadai. Namun, ia akhirnya dipaksa untuk mengemudikan kereta di bawah ancaman senjata oleh seorang perwira yang berwenang.
Kereta E-1 dari Rumania pada 13 Januari 1917
Pada 13 Januari 1917, Stasiun Ciurea di Rumania mengalami tragedi kereta api yang sangat mengerikan, di mana hampir 850 orang kehilangan nyawa. Insiden ini tercatat sebagai kecelakaan kereta api dengan jumlah korban jiwa terbanyak ketiga di seluruh dunia.
Meskipun telah berlalu lebih dari satu abad, penyebab pasti dari kecelakaan tersebut masih belum sepenuhnya terungkap. Hal ini disebabkan oleh kurangnya penyelidikan yang memadai setelah kejadian, yang membuat banyak detail penting tetap misterius hingga saat ini.
Kecelakaan di Stasiun Ciurea ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam perjalanan kereta api. Masyarakat dunia terus berupaya untuk meningkatkan sistem transportasi agar insiden serupa tidak terulang.
"Peristiwa ini menduduki peringkat ketiga kecelakaan kereta api dengan jumlah kematian terbanyak di dunia," menjadi pengingat akan tragedi yang menyedihkan ini. Dengan berfokus pada keselamatan, kita dapat mencegah terjadinya bencana yang merenggut banyak nyawa di masa depan.
Kecelakaan kereta api di Bihar, India, pada 6 Juni 1981
India mengalami salah satu bencana kereta api terburuk dalam sejarahnya ketika sebuah kereta terjatuh ke Sungai Baghmati di Bihar pada tahun 1981. Kecelakaan ini menyebabkan sekitar 750 orang kehilangan nyawa, dan berbagai spekulasi muncul mengenai penyebabnya, mulai dari cuaca ekstrem yang membuat rel menjadi licin hingga usaha penyelamatan hewan yang ada di jalur kereta. Meskipun banyak teori yang beredar, insiden ini tetap tercatat sebagai salah satu yang paling mematikan dalam sejarah transportasi di dunia.
"Apapun penyebabnya, jatuhnya sebagian besar gerbong ke sungai menjadikan insiden ini salah satu yang paling mematikan dalam sejarah transportasi dunia."
Kereta Militer Carranza di Meksiko pada 22 Januari 1915
Bencana kereta api yang terjadi di Guadalajara pada tahun 1915 disebabkan oleh kondisi kereta yang mengangkut penumpang jauh melebihi kapasitas normal. Ketika kereta menuruni lereng yang curam, masinis kehilangan kendali sehingga seluruh gerbong terjatuh ke dalam jurang.
Insiden tragis ini terjadi di tengah Revolusi Meksiko dan mengakibatkan sekitar 600 nyawa melayang, menjadikannya salah satu kecelakaan transportasi paling kelam dalam sejarah Meksiko. Kecelakaan ini bukan hanya mengguncang masyarakat saat itu, tetapi juga meninggalkan dampak mendalam yang dirasakan hingga kini.