BRI Super League: Pelatih Arema FC Jelaskan Penyebab Timnya Belum Catat Kemenangan Selama Ramadan
Arema belum berhasil meraih kemenangan dalam dua laga BRI Super League yang berlangsung selama bulan Ramadan ini.
Momen positif yang dialami oleh Arema FC di putaran kedua BRI Super League harus terhenti saat bulan Ramadan tiba. Dalam dua pertandingan yang berlangsung pada saat itu, Arema tidak berhasil meraih kemenangan.
Sebelumnya, tim yang dikenal dengan julukan Singo Edan ini berhasil mencatatkan tiga kemenangan berturut-turut sebelum memasuki bulan suci tersebut.
Pelatih Arema, Marcos Santos, menegaskan kegagalan timnya untuk meraih kemenangan bukan disebabkan oleh faktor puasa, meskipun para pemain harus bermain pada malam hari, tepatnya pukul 20.30 WIB.
Di samping itu, pemain yang beragama Islam juga melaksanakan ibadah puasa. Pelatih asal Brasil ini menjelaskan bahwa semua tim merasakan tantangan yang sama selama bulan Ramadan, sehingga hal ini tidak hanya menjadi kendala bagi Arema.
Dalam dua pertandingan yang berlangsung selama Ramadan, Marcos mengamati adanya dua kendala berbeda yang dihadapi oleh timnya.
Penurunan Konsentrasi
Dalam pertandingan melawan Madura United yang berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan pada 21 Februari 2026, tim Arema hampir meraih kemenangan. Namun, penurunan konsentrasi menjelang akhir pertandingan membuat hasil akhir berakhir imbang 2-2.
"Waktu itu kami unggul. Sayang harus kemasukan di menit akhir," ungkap Marcos.
Sementara itu, dalam laga melawan Borneo FC pada 26 Februari 2026, Arema harus menerima kekalahan dengan skor 1-3. Pelatih berusia 46 tahun tersebut mengakui bahwa kesalahannya dalam menentukan susunan pemain inti berkontribusi terhadap penampilan tim yang kurang optimal, terutama di babak pertama.
Di babak pertama, Arema kebobolan tiga gol. "Waktu melawan Borneo, ada kesalahan dalam menyusun starting eleven karena Julian Guevara lama tidak main sebagai gelandang, dan waktu itu harus kembali main di tengah sehingga kurang maksimal," jelasnya.
Julian Guevara Mendapat Kritik
Setelah pertandingan melawan Borneo, Julian menerima banyak kritik. Banyak yang menilai bahwa performanya tidak memberikan kontribusi yang berarti bagi tim.
Justru, setelah dia diganti pada babak kedua, permainan Arema terlihat lebih hidup. Dalam beberapa bulan terakhir, Julian lebih sering bermain sebagai stoper, sehingga dia merasa kehilangan sentuhan saat kembali dimainkan di posisi gelandang. M
eskipun demikian, sebenarnya posisi asli pemain asal Kolombia ini adalah sebagai gelandang.
Peluang Menang
Saat ini, Arema memiliki peluang untuk meraih kemenangan pertamanya di bulan Ramadan.
Pada hari Jumat (6-3-2026), mereka akan menghadapi Bali United, tim yang tengah mengalami kesulitan di putaran kedua. Bali United belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir mereka.
"Kami menghormati Bali United. Namun, kami bertekad untuk mendapatkan tiga poin. Kami tidak mengalami masalah dalam beradaptasi dengan bulan Ramadan. Begitu juga saat bermain di malam hari atau ketika hujan, karena kualitas lapangan di Stadion Kanjuruhan sangat baik," ungkap Marcos.
Selain itu, kemenangan ini juga berpotensi menarik lebih banyak Aremania untuk datang langsung mendukung tim. Ketika Arema mengalami serangkaian kekalahan di putaran pertama, jumlah penonton yang hadir di stadion sempat turun di bawah seribu orang dalam satu pertandingan kandang.
Namun, setelah berhasil meraih beberapa kemenangan berturut-turut, sekitar dua ribu Aremania hadir saat Singo Edan menjamu Semen Padang, tim yang berada di papan bawah, di pertandingan kandang sebelum Ramadan.
"Kami berkomitmen untuk selalu memberikan kemenangan bagi Aremania. Kemenangan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak penonton untuk datang mendukung langsung di Stadion Kanjuruhan," tambah Marcos.