Malang, Jawa Timur – Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menegaskan akan segera melakukan evaluasi mendalam terhadap performa para pemainnya. Pernyataan ini disampaikan usai tim berjuluk Singo Edan tersebut mengalami kekalahan tipis 4-3 dari Bali United dalam laga sengit di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat malam.
Marcos Santos, dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan, secara terbuka mengakui bahwa penampilan anak asuhnya tidak cukup baik pada babak pertama. Kondisi ini menjadi faktor utama yang membuat Bali United mampu mencetak dua gol cepat dan menguasai jalannya pertandingan di awal.
“Penampilan kami di pertandingan babak yang pertama kami kurang, ini menyulitkan. Tapi di babak kedua kami bisa bermain bagus,” kata Marcos, menyoroti perbedaan performa timnya antara dua babak pertandingan. Evaluasi ini diharapkan dapat memperbaiki kelemahan tim dan mempersiapkan mereka untuk laga-laga selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Sorotan Pelatih Marcos Santos Terhadap Babak Pertama
Pelatih Marcos Santos tidak menampik bahwa penampilan Arema FC di babak pertama dalam beberapa pertandingan terakhir cenderung tidak maksimal. Timnya kerap kali kecolongan gol-gol krusial pada paruh pertama laga, yang seringkali menyulitkan upaya mereka untuk bangkit di babak kedua.
Pola serupa terlihat jelas saat Arema FC harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 3-1. Pada pertandingan tersebut, Borneo FC berhasil mencetak gol cepat melalui Caxambu pada menit ke-7, diikuti oleh gol dari Villa pada menit ke-26 dan menit ke-42, menunjukkan kerapuhan pertahanan Arema di awal pertandingan.
Situasi serupa juga terjadi ketika Arema FC melakoni partai tandang melawan Madura United. Tim Singo Edan harus kecolongan gol dari Brandao pada menit ke-45+1, tepat sebelum jeda babak pertama. Rentetan kejadian ini mengindikasikan adanya masalah konsistensi dan fokus di menit-menit awal pertandingan yang perlu segera diatasi.
Advertisement
Advertisement
Pola Kekalahan dan Harapan Perbaikan
Marcos Santos berharap upaya perbaikan yang akan dilakukan mampu mendongkrak performa tim secara keseluruhan. Selain itu, ia juga menargetkan peningkatan mental pemain untuk menatap laga-laga ke depan dengan lebih percaya diri.
Pelatih asal Brasil tersebut sangat menginginkan agar pemain Arema FC mampu tampil konsisten sejak awal hingga akhir pertandingan. Konsistensi menjadi kunci untuk menghindari kebobolan gol-gol cepat yang seringkali merugikan tim dan menyulitkan mereka untuk mengejar ketertinggalan.
“Harus siap dan fokus untuk mengembalikan mental pemain sehingga mampu tampil lebih baik,” ujar Marcos, menekankan pentingnya aspek psikologis dalam dunia sepak bola profesional. Perbaikan mental diharapkan dapat membuat pemain lebih tangguh menghadapi tekanan dan bermain dengan performa terbaik sepanjang laga.
Advertisement
Advertisement
Tanggung Jawab Pemain Senior dan Kebangkitan Tim
Senada dengan pelatih, pemain senior Arema FC, Julian Guevara, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia mengakui bahwa dirinya dan rekan-rekannya gagal tampil baik, yang berujung pada kebobolan dua gol di awal pertandingan.
Menurut pemain berkebangsaan Kolombia ini, semua pemain harus bersama-sama bangkit dan melanjutkan perjuangan. Tujuannya jelas, yakni membawa Arema FC menembus papan atas klasemen Liga 1.
“Aku sebagai pemain senior punya tanggung jawab untuk itu. Kami (sebagai pemain) juga tahu bahwa ada masalah (performa) di tiga pertandingan,” tutur Guevara, menunjukkan kesadaran kolektif tim terhadap masalah performa yang sedang dihadapi dan komitmen untuk memperbaikinya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews