Pelatih Arema Ungkap Penyebab Kekalahan dari Persija: Kondisi Pemain Belum Fit 100 Persen
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menjelaskan alasan di balik kekalahan timnya dari Persija Jakarta. Ia menyebut kondisi kebugaran pemain yang belum pulih 100 persen menjadi faktor utama kekalahan Arema dari Persija.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengungkapkan alasan di balik kekalahan timnya 1-2 dari Persija Jakarta dalam laga lanjutan BRI Super League. Pertandingan sengit tersebut berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 8 November lalu. Santos menjelaskan bahwa kondisi kebugaran para pemainnya belum pulih sepenuhnya, menjadi faktor utama hasil minor tersebut.
Menurut Marcos Santos, waktu persiapan yang terbatas setelah perjalanan panjang dari Padang berdampak signifikan pada performa tim. Banyak pemain yang tidak dalam kondisi fisik 100 persen, sehingga mempengaruhi konsentrasi dan daya tahan mereka selama pertandingan. Hal ini disampaikan Marcos dalam sesi konferensi pers pasca-pertandingan.
Kekalahan ini menambah daftar panjang tantangan bagi Arema FC yang berjuluk Singo Edan di musim ini. Meskipun sempat unggul, tim gagal mempertahankan keunggulan, yang berujung pada permohonan maaf dari sang pelatih kepada Aremania dan Aremanita.
Analisis Kebugaran Pemain dan Dampaknya pada Laga
Marcos Santos menegaskan bahwa faktor kondisi fisik menjadi penentu utama dalam kekalahan Arema dari Persija. "Pertandingan ini sulit, waktu kami untuk persiapan tidak banyak karena setelah pulang dari Padang banyak pemain yang tidak 100 persen (mengalami kelelahan)," kata Marcos, menjelaskan situasi timnya.
Arema sebenarnya memulai pertandingan dengan baik, bahkan berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-12 melalui gol Valdeci Moreira. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Persija Jakarta berhasil mencetak dua gol cepat di babak kedua melalui Eksel Runtukahu, membalikkan keadaan menjadi 1-2.
Pelatih asal Brasil itu menambahkan, dua gol yang dicetak Persija terjadi karena konsentrasi anak asuhnya mulai menurun. Penurunan fisik secara langsung berimbas pada fokus pemain, menyebabkan tim gagal mempertahankan keunggulan yang sudah diraih. Situasi ini menjadi perhatian serius bagi staf kepelatihan Arema FC.
Meskipun hasilnya kurang memuaskan, Marcos tetap memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan Alfarizie dan rekan-rekannya. Para pemain telah berjuang habis-habisan selama 90 menit di lapangan. "Minggu ini begitu sulit bagi kami," ucapnya, sembari menyampaikan permohonan maaf kepada suporter setia Arema.
Reaksi Pemain dan Posisi Arema di Klasemen Liga
Pemain Arema FC, Salim Tuharea, turut memberikan pandangannya terkait kekalahan dari Persija. Ia menyebut kekalahan ini sebagai pelajaran berharga bagi timnya untuk terus berbenah. "Kami tidak punya beban di sini. Kami akan bekerja keras lagi," tegas Salim, menunjukkan semangat pantang menyerah.
Kekalahan ini juga memperpanjang catatan negatif Arema FC yang belum pernah meraih kemenangan dalam empat laga kandang terakhir. Kondisi ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi tim yang selalu ingin memberikan yang terbaik di hadapan para pendukungnya. Setiap pemain Arema selalu menunjukkan semangat juang di kandang.
Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri berdampak langsung pada posisi Arema FC di tabel klasemen BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Singo Edan ini mengalami penurunan satu peringkat, dari sebelumnya di urutan kedelapan menjadi kesembilan. Arema FC kini mengantongi total 15 poin.
Perolehan 15 poin tersebut didapat dari hasil empat kali menang, tiga kali imbang, dan empat kali kalah. Hasil ini menunjukkan bahwa Arema FC perlu segera menemukan konsistensi untuk memperbaiki posisi mereka di liga. Fokus utama selanjutnya adalah meningkatkan kebugaran dan strategi tim.
Sumber: AntaraNews