Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengungkapkan bahwa kebugaran pemain menjadi kendala utama timnya. Hal ini menyebabkan Laskar Kie Raha gagal meraih kemenangan atas tuan rumah Arema FC dalam laga lanjutan Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Malang, berakhir dengan skor imbang 1-1.
Menurut Hendri, penurunan stamina para pemain sudah terlihat jelas saat memasuki menit ke-60 pertandingan. Kondisi fisik yang tidak optimal ini memaksa sang pelatih untuk memutar otak meracik taktik. Akibatnya, Malut United tidak bisa bermain secara terbuka seperti biasanya.
Kekosongan jadwal pertandingan selama hampir satu bulan disebut menjadi penyebab utama fisik pemain tidak kompetitif. Situasi ini membuat Hendri menginstruksikan anak asuhnya untuk bermain lebih bertahan. Strategi tersebut diterapkan untuk mengamankan satu poin dari laga tandang yang sulit ini.
Advertisement
Advertisement
Penurunan stamina yang dialami para pemain Malut United secara signifikan memengaruhi pilihan taktik pelatih Hendri Susilo. Ia harus membuat keputusan cepat untuk menyesuaikan strategi di lapangan. Opsi terbaik yang diambil adalah dengan tidak terlalu bermain terbuka, demi menjaga keseimbangan tim.
Formasi awal Malut United yang biasanya menggunakan empat bek pun kerap diubah menjadi lima bek. Perubahan ini terjadi karena gelandang bertahan Wbeymar Angulo harus mundur. Langkah tersebut diambil untuk memperkokoh benteng pertahanan dari gempuran Arema FC.
Serangan Malut United juga tidak seagresif seperti biasanya akibat masalah kebugaran pemain. Tim lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat melalui sektor sayap. Umpan silang kemudian dikirimkan ke arah penyerang andalan, David da Silva, untuk menciptakan peluang.
Advertisement
Hendri Susilo mengakui bahwa permainan timnya tidak seperti biasanya, dan ia menyoroti stamina sebagai penyebab utamanya. Ia merasa bersyukur timnya masih bisa membawa pulang satu poin dari lawatannya ke Malang. Hasil imbang ini dianggap cukup adil bagi kedua kesebelasan, mengingat kondisi yang ada.
Advertisement
Dengan hasil imbang melawan Arema FC, Malut United saat ini masih menduduki posisi keempat dalam klasemen sementara BRI Super League 2025/2026. Mereka berhasil mengumpulkan total 46 poin dari 26 pertandingan yang telah dijalani. Konsistensi menjadi kunci bagi Laskar Kie Raha untuk mempertahankan posisi ini.
Torehan 46 poin tersebut berasal dari 13 kemenangan, tujuh hasil imbang, dan enam kali kekalahan. Statistik ini menunjukkan bahwa Malut United memiliki rekor yang cukup baik di liga. Namun, masalah kebugaran pemain perlu segera diatasi agar performa tim tidak menurun.
Setelah menghadapi Arema FC, tim berjuluk Laskar Kie Raha akan melakoni laga kandang yang tak kalah penting. Mereka dijadwalkan akan menjamu Dewa United pada Minggu (12/4) mendatang. Pertandingan ini akan menjadi ujian selanjutnya bagi Hendri Susilo dan anak asuhnya.
Advertisement
Hendri Susilo menekankan bahwa pertandingan melawan Dewa United akan menjadi laga yang sulit bagi para pemain. Oleh karena itu, pemulihan dan peningkatan kebugaran pemain Malut United menjadi prioritas utama. Strategi yang tepat akan kembali diracik untuk menghadapi tantangan tersebut.
Sumber: AntaraNews