Gara-Gara Cemburu Mpok Alpa Pernah Bertenggar Hebat dengan Sang Suami, Begini Ceritanya
Mpok Alpa mengungkapkan pernah terlibat dalam pertengkaran hebat dengan suaminya, yang disebabkanrasa cemburu.
Di balik senyuman dan keceriaan yang sering ditunjukkan di televisi, komedian Nina Carolina, yang lebih dikenal dengan nama Mpok Alpa, ternyata pernah mengalami momen pertengkaran yang cukup besar dalam kehidupan rumah tangganya. Namun, tidak disangka, konflik tersebut justru memberikan berkah yang luar biasa bagi mereka.
Pasangan ini dikenal memiliki sikap santai dalam menghadapi masalah, tetapi ada satu insiden pertengkaran yang mereka akui sebagai yang paling signifikan. Meskipun begitu, mereka berhasil mengatasi masalah tersebut dengan komunikasi yang terbuka dan saling pengertian.
"Jadi kita kalau marah tuh enggak lama, langsung sejam tegur-teguran, mesra-mesraan. Kadang dia, kadang kita. Random," ungkap Ajie Darmaji, suami Mpok Alpa, di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Rahasia Rumah Tangga Awet
Mpok Alpa mengungkapkan hubungan mereka memiliki dinamika yang sulit diprediksi. Pertengkaran dan rekonsiliasi terjadi tanpa adanya pola yang jelas.
"Kita berantem random, baik-baikannya juga random," kata Mpok Alpa.
Ajie Darmaji juga menambahkan prinsip yang dia pegang dalam hubungan mereka, yaitu tidak membiarkan konflik berlangsung lebih dari satu hari. Prinsip ini telah menjadi pedoman bersama yang mereka terapkan.
"Kadang saya ngajarin dia nih, 'Mah, kalau marah jangan lebih dari sehari, enggak boleh, lu tar dosa.' Sampai sekarang diikuti sama dia. Makanya begitu marah, yang tahun kemarin jadi kembar," ucapnya.
Pernah Bertengkar Hebat dengan Suami
Momen tersebut menjadi salah satu pertengkaran paling besar yang mereka hadapi dalam pernikahan. Mpok Alpa bahkan menganggapnya sebagai konflik terhebat yang berujung pada kehamilan anak kembar.
"Itu marah paling hebat," ujarnya.
Pertengkaran ini muncul akibat rasa cemburu yang dipicu ucapan orang lain. Mpok Alpa mengakui dirinya terbawa suasana karena ada pihak-pihak tertentu yang sengaja memprovokasi emosinya.
"Intinya ada yang nyembur-nyemburin gue, gue terbawa emosi, terbawa suasana," ungkapnya.
Mpok Alpa Cemburuan
Meskipun demikian, ia mengakui dirinya termasuk orang yang cemburuan. Menurutnya, cemburu merupakan bumbu penting dalam sebuah hubungan, yang dapat menjaga kehidupan rumah tangga tetap menarik.
“Gue cemburu orangnya. Alhamdulillah gue cemburu. Kalau enggak cemburu enggak asyik ya rumah tangga itu ya,” ungkapnya.
Suaminya pun memahami sikap tersebut dan memilih untuk merespons dengan penuh kasih sayang. Ia percaya ketika perempuan marah, pendekatan yang lembut adalah cara terbaik untuk menenangkan emosinya.
“Kan kalau perempuan marah harus dikasih sayangin kayak gitu,” kata Yudhistira.
Ungkit Masalah Masa Lalu
Pertengkaran tersebut muncul karena teman Mpok Alpa mengangkat kembali isu lama yang seharusnya telah dilupakan. Ia merasa sangat menyayangkan tindakan itu, karena justru mengganggu hubungan mereka yang sebelumnya baik.
“Enggak, intinya momen dulu-dulu dibahas lagi, dikompor-komporin sama teman gitu. Terbawa emosi. Kalau gue kan orangnya, kenapa sih hal yang dulu harus dibahas-bahas lagi, lebih ke nekenin itu,” ungkapnya. S
etelah insiden tersebut, Mpok Alpa memutuskan untuk tidak lagi menjalin persahabatan dengan orang yang memicu masalah tersebut. Ia bertekad untuk melindungi keharmonisan rumah tangganya dari pengaruh yang negatif.
“Enggak ada, sudah enggak berteman, enggak boleh lagi berteman sama idung, sudah,” tegasnya.
Keputusan ini diambil demi kebaikan dan kestabilan emosionalnya, agar tidak terjebak dalam konflik yang tidak perlu. Mpok Alpa percaya bahwa menjaga hubungan yang sehat sangat penting untuk kebahagiaan keluarganya.
Pertahankan Rumah Tangga
Walaupun konflik yang terjadi cukup signifikan, keduanya berkomitmen untuk tidak mengakhiri pernikahan mereka. Menurut Yudhistira, pernyataan mengenai perpisahan bukanlah hal yang seharusnya diucapkan dalam situasi apa pun.
"Enggak ada. Kalau laki enggak boleh mengucapkan itu. Kalau dia mau seribu kali juga enggak apa-apa, kalau saya enggak pernah sepatah dua patah kata," ujarnya.
Mpok Alpa menambahkan cerita lucu yang terjadi setelah ia akhirnya luluh setelah dimarahi oleh suaminya. Meskipun sempat merasa emosi, suasana menjadi lebih baik karena pertengkaran tersebut berlangsung di kamar tidur.
"Sempat marah gitu. Terus kata dia, 'Lu maunya bagaimana?' Ditantangin sama dia. 'Ya lu juga tahu mau gue bagaimana.' Eh luluh-luluhnya ya sudah, karena kita berantemnya di kamar ya kan, ya sudah lah," ungkapnya.