Ajie Darmaji dan Kakak Mpok Alpa Akhiri Perseteruan Demi Masa Depan Anak
Perselisihan di dalam keluarga almarhumah komedian Mpok Alpa yang sebelumnya memanas kini telah mencapai kesepakatan.
Suasana penuh emosi menyelimuti keluarga besar almarhumah komedian Nina Carolina, yang lebih dikenal dengan sebutan Mpok Alpa. Konflik antara suami mendiang, Ajie Darmaji, dan kakak iparnya, Ika yang akrab disapa Mpok Banong, yang sebelumnya sempat memanas akibat kesalahpahaman mengenai perwalian anak, kini telah mencapai titik damai.
Berdasarkan informasi dari tim Hot Shot SCTV, pada hari Senin (22/9), momen perdamaian tersebut ditandai dengan pertemuan yang sangat emosional, di mana Ajie Darmaji meminta maaf secara langsung kepada Mpok Banong.
Dengan air mata yang mengalir, keduanya sepakat untuk mengakhiri kesalahpahaman dan berusaha menjalin kembali silaturahmi sebagai keluarga. Saat ini, perhatian utama mereka adalah memastikan masa depan ketiga anak Mpok Alpa yang masih di bawah umur.
Proses pengajuan permohonan perwalian anak yang dilakukan oleh Ajie Darmaji akan terus berlanjut, dengan jadwal sidang yang telah ditentukan pada hari Senin, 22 September.
Selain itu, Ajie Darmaji dan Mpok Banong secara tegas membantah isu yang menyatakan bahwa konflik di antara mereka disebabkan oleh perebutan harta warisan dari Mpok Alpa.
Mereka menegaskan bahwa diskusi yang berlangsung sepenuhnya berfokus pada perwalian anak demi kemudahan pengelolaan di masa depan.
Silakan jelaskan kedua hal tersebut
Ajie Darmaji dengan tegas menegaskan bahwa dalam diskusi keluarga tidak ada pembicaraan mengenai harta. Ia berfokus pada upaya untuk mendapatkan hak perwalian legal atas ketiga anaknya yang masih di bawah umur.
"Enggak ada yang dibicarain harta, kita tuh bicarain tentang perwalian anak-anak yang belum bisa tanda tangan," ungkap Ajie Darmaji saat diwawancarai oleh tim Hot Shot SCTV, (22/9).
Senada dengan pernyataan Ajie, Mpok Banong juga membantah isu yang beredar mengenai rencana penjualan rumah peninggalan adiknya. Ia menegaskan bahwa berita tersebut tidak benar dan hanya merupakan hoaks.
"Itu hoaks, itu enggak benar. Rumah itu kenang-kenangan, enggak ada terbesit pun jual-jual rumah," tegasnya.
Dengan demikian, keduanya berkomitmen untuk menjaga harta warisan sebagai kenangan berharga bagi keluarga.
Keputusan diambil melalui proses hukum
Ajie Darmaji mengambil langkah hukum untuk mengajukan perwalian karena tiga dari empat anaknya masih di bawah umur dan tidak mampu membuat keputusan hukum sendiri. Sementara itu, putri sulungnya, Sherly, sudah dianggap dewasa dan memiliki KTP, sehingga tidak memerlukan perwalian.
Mpok Banong juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung proses hukum yang sedang berlangsung.
"Enggak, kalau Mpok, Mpok gak datang, soalnya kan yang di situ kan yang bersangkutan. InsyaAllah kalau emang diperluin untuk mendampingi Kak Sherly, Mpok datang," ujarnya kepada Hot Shot SCTV. Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen Mpok Banong untuk mendukung keluarga dalam proses hukum ini.
Dalam suasana duka
Di tengah perjalanan yang sedang berlangsung, keluarga masih merasakan duka yang mendalam. Mpok Banong mengungkapkan bahwa ia masih sering berziarah ke makam adiknya yang terletak di TPU Kujaran, Jagakarsa.
Ia juga menyampaikan bahwa makam Mpok Alpa kini telah diperbaiki dan dipasangi batu nisan baru. Rindu yang mendalam terasa oleh Mpok Banong, bahkan ia mengalami pertemuan dengan almarhumah dalam mimpinya. Dalam mimpi tersebut, Mpok Alpa yang penuh keceriaan mengajaknya untuk berfoto bersama.
Mpok Banong menirukan ucapan adiknya dalam mimpi itu, "Dia minta, ajak foto, 'Nong, sini foto sama gua'." Momen tersebut membuatnya semakin merindukan kehadiran sang adik, dan kenangan indah itu terus hidup dalam ingatannya.