Kepergian Mpok Alpa dan Nasib Kontrak Kerjanya, Ini Kata Sang Suami
Aji Darmaji, suami almarhumah Mpok Alpa, memberikan penjelasan mengenai status kontrak kerja sang istri.
Suami almarhumah Mpok Alpa, Aji Darmaji, menjelaskan mengenai status kontrak kerja yang telah disepakati sebelum kepergian istrinya. Ia mengungkapkan bahwa semua urusan terkait kontrak kerja almarhumah sudah ditangani, termasuk berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam kerja sama tersebut.
Aji Darmaji, yang juga merupakan manajer Mpok Alpa, menyatakan bahwa pihak televisi dan penyelenggara acara telah mengetahui berita duka ini. Ia juga menyampaikan permohonan maaf terkait kontrak kerja almarhumah.
"Mereka juga orang TV sudah tahu ya almarhum sudah enggak ada. Paling saya komunikasi minta maaf, kalau almarhum punya salah dari bahasa, perilaku, maupun tingkah lakunya, mohon dimaafin," ungkap Aji Darmaji di Kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (26/8).
"Jadi mereka orang juga enggak nagih-nagih karena sudah tahu. Almarhumah sudah enggak ada, kayak gitu," kata dia.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa semua pihak menghormati kepergian almarhumah dan memahami situasi yang ada. Aji Darmaji berusaha menjaga komunikasi yang baik dengan semua pihak terkait demi menghormati kenangan almarhumah.
Kami mohon maaf
Selain kegiatan on-air, beberapa jadwal off-air yang direncanakan pada bulan Agustus terpaksa dibatalkan. Aji Darmaji telah menginformasikan kepada penyelenggara acara bahwa ia tidak dapat memenuhi komitmen tersebut karena kondisi kesehatan Mpok Alpa yang kurang baik.
"Dua hari setelah almarhum meninggal, kami meminta maaf, sepertinya tidak bisa, Mpok tidak dapat hadir. Karena kondisi kesehatan yang kurang baik. Akhirnya, mereka memahami situasi ini, terutama karena media banyak memberitakannya," ungkap Aji Darmaji.
Sebelum meninggal, terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan secara off-air
Pada waktu itu, Aji Darmaji menolak untuk menerima pembayaran di awal terkait tawaran pekerjaan yang datang. Ia merasa khawatir bahwa istrinya tidak akan mampu melaksanakan tugas tersebut, mengingat kondisi kesehatannya yang sedang memburuk.
"Jadi sebelum almarhum meninggal memang sudah ada job off-air. Sudah off-air dan orang itu sudah mau ngasih, kan, 'Jangan,' gitu. 'Nanti saja kalau sudah kerja'. Akhirnya kita minta maaf," ungkap Aji Darmaji.
Keputusan tersebut diambil Aji dengan penuh pertimbangan, mengingat situasi yang dihadapi keluarganya. Ia lebih memilih untuk menunggu hingga keadaan lebih baik sebelum menerima tawaran itu, meskipun ada potensi kehilangan kesempatan kerja.
Selalu menolak untuk menerima DP
Aji Darmaji mengungkapkan rasa syukurnya kepada pihak yang pernah mengontrak Mpok Alpa karena mereka dapat memahami situasi yang terjadi. Ia menegaskan bahwa dalam hal pekerjaan, ia bersama almarhumah selalu berpegang pada prinsip untuk tidak menerima pembayaran sebelum pekerjaan selesai.
"Alhamdulillah dari awal, dari dulu kita enggak pernah mau terima DP, karena kan belum kerja takutnya kalau ada apa-apa, hal-hal yang kayak begini, saya enggak mau. Nanti saja kalau sudah bekerja," ucap Aji Darmaji.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4152211/original/055924200_1662697951-Infografis_SQ_Ratu_Inggris_Elizabeth_II_Meninggal_Dunia.jpg)