Terpukul Kehilang Istri Tercinta, Suami Mpok Alpa Sedih Belum Berani Masuk Kamar: Kaki Terasa Hilang Sebelah
Aji Darmaji, suami almarhumah Mpok Alpa, enggan membahas kondisi keluarganya setelah pemakaman.
Suami almarhumah Mpok Alpa, Aji Darmaji, memberikan pernyataan mengenai kondisi keluarganya setelah prosesi pemakaman yang berlangsung dengan lancar di TPU Kujaran, Jakarta, pada hari Jumat (15/8).
Ia mengungkapkan bahwa dirinya masih merasa sangat terpukul atas kehilangan tersebut, terutama setelah anak kembar mereka, Raffa dan Raffi Ahmad Darmadina, harus dilarikan ke UGD di salah satu rumah sakit sehari setelah ibunya meninggal dunia akibat kanker payudara. Mpok Alpa meninggal pada usia 38 tahun.
Setelah kepergian Mpok Alpa, Aji Darmaji mengibaratkan perasaannya seolah salah satu kakinya hilang dan dunia terasa gelap. Ketika ia mencoba menutup mata, berbagai kenangan indah bersama Nina Carolina alias Mpok Alpa terus terbayang.
"Dua-duanya bucin. Kalau enggak bucin, enggak dinikahi. Ya, merasa kayak kaki hilang sebelah saja, begitu. Makanya kayak merem masih terbayang," ungkap Aji Darmaji kepada awak media di rumah duka, Jakarta Selatan, pada hari Sabtu (16/8).
Berada di Dalam Kamar Terasa Sulit
Aji Darmaji merasa enggan untuk memasuki kamar yang digunakan untuk beristirahat bersama Mpok Alpa. Luka yang ditinggalkan oleh kepergian belahan jiwa masih terasa begitu menyakitkan.
Saat ini, yang bisa dilakukannya hanyalah melantunkan doa untuk istri tercintanya.
Selain itu, Aji juga berusaha merawat anak-anak sambil mencoba untuk melanjutkan hidupnya.
"Masuk ke rumah saya belum berani masuk kamar. Belum masuk kamar, enggak kuat. Masih di bawah saja," akunya.
Mpok Alpa Meninggal Dunia
Dalam kesempatan tersebut, Aji Darmaji mengonfirmasi bahwa Mpok Alpa telah meninggal dunia akibat kanker payudara yang telah menyebar ke paru-paru.
Ia menjelaskan bahwa kondisi Mpok Alpa mengalami "pasang surut," dengan fase terburuk yang terjadi pada Juli 2025. "Drop-dropnya ya bulan, bulan yang lalu, Juli. Sudah mulai panas dingin, mulai lemas badan," ujar Aji Darmaji.
Ia juga menambahkan bahwa Mpok Alpa telah menjalani serangkaian kemoterapi dan pengobatan yang dilakukan hingga ke Penang, Malaysia, dalam upaya untuk melawan penyakit tersebut.
Mengajak Umrah Satu Keluarga
Takdir berkata lain. Sang Khalik telah memanggil Mpok Alpa pada pekan ini. Aji Darmaji masih ingat betul akan berbagai cita-cita yang diimpikan Mpok Alpa semasa hidupnya.
Salah satu impiannya adalah pergi ke Tanah Suci bersama keluarga. Sayangnya, impian tersebut belum tercapai.
"Mengajak umrah satu keluarga kalau ada rezeki. (Saya bilang) entar Ma, kalau ada rezeki sudah kumpul. Nanti kalau rezekinya sudah kumpul, siap lahir batinnya kayak begitu. Raffa Raffi sudah bisa jalan minimal, kita enaklah menuntunnya," ungkap Aji Darmaji.
Untuk diketahui, Raffa dan Raffi adalah anak kembar yang lahir dari Mpok Alpa pada bulan Oktober 2024. Saat itu, biaya persalinan ditanggung oleh Raffi Ahmad. Kedua bayi laki-laki tersebut kemudian dinamai Raffa dan Raffi Ahmad Darmadina. Momen kelahiran mereka menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi keluarga, meskipun Mpok Alpa kini telah tiada.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4152211/original/055924200_1662697951-Infografis_SQ_Ratu_Inggris_Elizabeth_II_Meninggal_Dunia.jpg)