Aji Darmaji Ungkap Anak-Anaknya Kini Lebih Stabil Usai Kepergian Mpok Alpa
Aji Darmaji menjelaskan bahwa keadaan anak-anak setelah kepergian Mpok Alpa telah membaik.
Aji Darmaji, suami dari almarhumah Mpok Alpa, berbagi tentang keadaan anak-anak setelah kepergian istrinya. Ia menyatakan bahwa saat ini, kondisi anak-anaknya sudah jauh lebih stabil.
Namun, ada momen-momen tertentu yang membuat mereka sekeluarga teringat pada mendiang Mpok Alpa, terutama saat-saat yang biasa mereka lalui bersama.
"Kondisi anak-anak sudah mulai agak stabil. Cuma kalau waktu-waktu kayak habis magrib atau isya, pagi, waktu-waktu yang benar-benar kita sangat masih bersama almarhumah sama anak-anak kan," ungkap Aji Darmaji di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, pada Senin (15/9).
"Waktu habis magrib atau habis isya, kita makan bareng biasanya kan, itu hal-hal yang kayak gitu yang enggak bisa dilupain," ujarnya.
Momen-momen tersebut menjadi pengingat yang kuat bagi Aji dan anak-anak akan kehadiran Mpok Alpa dalam kehidupan mereka. Meskipun mereka berusaha untuk melanjutkan hidup, kenangan indah bersama almarhumah tetap terukir dalam ingatan mereka.
Syukur, anak-anak dalam keadaan sehat
Aji Darmaji menyatakan bahwa anak-anaknya berada dalam keadaan sehat. Ia juga mengakui bahwa anak keduanya mulai memahami keadaan ibunya yang telah tiada.
"Alhamdulillah anak-anak sehat. Sudah mulai mengerti, si Petong juga sudah enggak aneh lagi nanyain," ungkap Aji Darmaji.
Dalam pernyataannya, Aji Darmaji menegaskan bahwa kesehatan anak-anaknya merupakan prioritas utama. Ia merasa bersyukur karena anak keduanya mulai menunjukkan pemahaman mengenai kehilangan ibunya.
"Alhamdulillah anak-anak sehat. Sudah mulai mengerti, si Petong juga sudah enggak aneh lagi nanyain," jelasnya dengan penuh harapan.
Sudah lebih dari 30 hari
Aji Darmaji masih merasakan duka yang mendalam setelah kepergian Mpok Alpa. Ia bahkan merasa belum siap untuk bepergian jauh sejak almarhumah meninggal dunia.
"Karena almarhumah belum 40 hari juga, jadi buat aktivitas masih gimana gitu. Saya juga belum keluar rumah jauh-jauh," ungkapnya.
Rasa kehilangan yang mendalam membuatnya enggan untuk melakukan banyak hal di luar rumah.
Sejak kepergian Mpok Alpa, Aji merasa seolah ada yang hilang dalam hidupnya. Ia lebih memilih untuk tetap berada di rumah dan merenungkan kenangan-kenangan indah bersama almarhumah.
"Karena almarhumah belum 40 hari juga, jadi buat aktivitas masih gimana gitu. Saya juga belum keluar rumah jauh-jauh," jelasnya dengan nada sedih. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh Mpok Alpa dalam hidupnya.
Mata terpejam, mengenang almarhumah
Hingga saat ini, Aji Darmaji belum pernah mengalami kedatangan Mpok Alpa dalam mimpinya. Meskipun demikian, kenangan bersama almarhumah selalu terpatri dalam ingatannya.
"Mimpi belum, kalau keingat pasti. Setiap hari pasti keinget, kayak saat pun ini saya tidur baru satu jam. Kalau merem tuh ingat almarhumah bisa langsung bangun," ungkap Aji Darmaji.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3568123/original/014857700_1631288142-210910_infografis_mengenal_8_fungsi_keluarga_P.jpg)