Budidaya Terong Rutan Ambon: Bekal Kemandirian WBP untuk Kembali ke Masyarakat

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon meluncurkan program Budidaya Terong, membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan pertanian sebagai modal kemandirian setelah bebas. Program ini memanfaatkan lahan rutan secara optimal.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Budidaya Terong Rutan Ambon: Bekal Kemandirian WBP untuk Kembali ke Masyarakat
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon meluncurkan program Budidaya Terong, membekali Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan keterampilan pertanian sebagai modal kemandirian setelah bebas. Program ini memanfaatkan lahan rutan secara optimal. (AntaraNews)

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon secara aktif menyelenggarakan program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Inisiatif ini berfokus pada budidaya tanaman terong yang dikembangkan di area brandgang rutan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan WBP di bidang pertanian sebagai bekal hidup setelah bebas.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, menjelaskan bahwa program ini adalah bagian dari pembinaan produktif. Tujuannya adalah membekali warga binaan dengan keahlian yang dapat mereka manfaatkan secara positif. Dengan demikian, WBP diharapkan memiliki modal kemandirian saat kembali ke tengah masyarakat.

Budidaya terong ini tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia di rutan. Lebih dari itu, kegiatan ini memberikan pengetahuan praktis dan keterampilan berharga. Program ini menjadi jembatan bagi WBP untuk membangun masa depan yang lebih baik dan produktif.

Kegiatan pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian ini merupakan salah satu upaya Rutan Ambon untuk meningkatkan produktivitas WBP selama menjalani masa pidana. Selain itu, program ini juga menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan etos kerja yang kuat. WBP diajak untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan proses budidaya.

Lahan seluas sekitar 30 meter persegi, dengan ukuran lebar tiga meter dan panjang 10 meter, dimanfaatkan secara optimal. Pemanfaatan lahan ini dilakukan bersama oleh warga binaan dan petugas pembimbing. Kolaborasi ini menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan suportif bagi seluruh peserta program.

Jefry Persulessy menekankan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak hanya bermanfaat di dalam rutan, tetapi juga menjadi fondasi bagi kemandirian ekonomi WBP setelah bebas. Ini sejalan dengan visi pemasyarakatan yang produktif dan berdaya.

Dalam program ini, warga binaan diajarkan seluruh tahapan budidaya terong secara komprehensif. Proses dimulai dari pengolahan lahan yang tepat, dilanjutkan dengan penyemaian benih. Setelah itu, mereka belajar teknik penanaman bibit yang benar hingga perawatan tanaman secara berkala.

Bibit terong yang telah berusia sekitar tiga hingga empat minggu kemudian dipindahkan ke lahan tanam. Lahan ini sebelumnya telah diberi pupuk organik untuk memastikan nutrisi yang cukup bagi pertumbuhan tanaman. Perawatan selanjutnya meliputi penyiraman rutin, pembersihan gulma, serta pemupukan berkala.

Pengendalian hama juga menjadi bagian penting dari proses perawatan agar pertumbuhan tanaman tetap optimal dan terhindar dari kerusakan. Perkembangan tanaman terong menunjukkan hasil positif berkat kerja keras dan dedikasi WBP. Mereka secara rutin melakukan penyiraman, pembersihan gulma, dan pemupukan.

Diperkirakan, tanaman terong yang dibudidayakan ini akan menghasilkan sekitar 60 buah terong pada masa panen awal. Hasil panen ini menjadi bukti nyata keberhasilan program dan motivasi bagi para WBP. Kepala Sub Seksi Bimbingan Kerja Rutan Ambon, Ode Ena, menyatakan bahwa perkembangan tanaman terus dipantau intensif oleh petugas dan kelompok tani WBP.

Ode Ena menegaskan pentingnya pendampingan dan pengawasan berkelanjutan terhadap kegiatan pertanian ini. Warga binaan diberikan pemahaman mendalam dari proses penanaman, perawatan, hingga masa panen. Tujuannya agar mereka tidak hanya memperoleh hasil pertanian, tetapi juga keterampilan usaha yang dapat dimanfaatkan.

Rutan Kelas IIA Ambon sangat berharap program budidaya terong ini dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Dengan demikian, WBP akan memiliki keterampilan yang mumpuni, menjadi produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana mereka. Ini adalah investasi untuk masa depan mereka.

Program ini juga mencerminkan komitmen kuat Rutan Ambon dalam mendukung pembinaan berkelanjutan. Inisiatif ini sejalan dengan semangat Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat. Rutan Ambon berupaya menciptakan perubahan positif melalui rehabilitasi dan pemberdayaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi