Kepergian komedian Mpok Alpa meninggalkan kesedihan yang mendalam tidak hanya bagi suaminya, Aji Darmaji, tetapi juga bagi ketiga anak mereka.
Terutama Sherly, sang sulung, serta si kembar Raffa dan Raffi, yang merasakan dampak emosional yang cukup besar. Aji Darmaji menjelaskan bahwa hubungan batin antara ibu dan anak sangat kuat, sehingga si kembar yang masih bayi pun mengalami sakit.
Ia berpendapat bahwa anak-anak merasakan kecemasan sejak hari pertama ibunya berpulang.
"Kalau si kembar, dari mulai awal pertama almarhum masih mau dikebumikan, gelisah sampai sakit. Mungkin batin ya, ikatan batin sama orang tua kan lebih kuat," kata dia di kediamannya di Kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Senin (18/8).
Ia juga menceritakan kebiasaan almarhumah saat pulang dari syuting, "Karena biasa kan kalau almarhum pulang syuting kan, buka pintu, 'Assalamualaikum Boboboy!' gitu sambil teriak. Itu langsung 'Eh eh eh!' gitu. Jadi ciri khas suaranya tuh buat di mindset bayi itu kenceng. Makanya kemarin kan panas tuh dua-duanya," tutur suami Mpok Alpa, yang telah bersama almarhumah selama 12 tahun dalam pernikahan mereka.
Advertisement
Putrinya pingsan karena merindukan Mpok Alpa
Sementara itu, putri sulung Aji, Sherly, masih merasakan kesedihan yang mendalam. Aji menjelaskan bahwa Sherly sangat terpukul dan sering menangis, bahkan pernah pingsan karena tidak dapat menahan kerinduan terhadap ibunya.
"Iya, masih drop. Masih, masih drop. Untuk ngomong juga belum mau ketemu orang kan, masih nangis. Apalagi yang malam sempat pingsan," ungkap Aji.
Aji menceritakan bahwa insiden pingsan terjadi ketika Sherly mencoba mengenakan salah satu pakaian kesayangan Mpok Alpa. Ia menduga bahwa putrinya mungkin terkejut melihat bayangannya di cermin yang sangat mirip dengan mendiang ibunya.
"Katanya sekali-kali pengen pakai baju mamanya nih. Kan ada baju ciri khasnya almarhumah, setiap ada pengajian tuh suka dia pake, dipake sama dia tuh. Dipake masih bisa jalan, akhirnya pingsan sendiri. Dia mungkin melihat kaca kali," katanya.
Advertisement
Arahkan pemahaman kepada anak secara perlahan
Untuk putra keduanya, Alfatif Darmadina yang akrab dipanggil Petong, Aji memberikan kesempatan agar ia dapat beraktivitas dan bermain. Hal ini dilakukan agar pikiran Petong tidak terfokus pada kesedihan dan kehilangan sosok ibunya.
"Jadi dia punya kesibukan sengaja kan kita suruh aktivitas, main aja nggak apa-apa. Asal jangan inget mamanya. Takut mindset-nya keganggu kan, jadi sedih kayak gitu, jadi ceria," ungkap Aji.
Secara bertahap, Aji juga berusaha menjelaskan kepada anak-anaknya tentang kepergian Mpok Alpa. Ia menggunakan bahasa yang mudah dipahami untuk menguatkan hati mereka.
"Kita nasehatin pelan-pelan kan anak-anak, 'Dek, Mama itu nggak pergi. Mama nunggu kita. Tinggal kita nih, kapan tunggu bagiannya,' bilang gitu. 'Nanti kita juga bakal ketemu Mama,' kayak gitu," kata Aji Darmaji.
Advertisement
Pemakaman Mpok Alpa telah dilaksanakan
Menurut berita yang beredar, Mpok Alpa atau Nina Carolina telah meninggal dunia pada usia 38 tahun pada hari Jumat pagi, 15 Agustus 2025. Jenazahnya dimakamkan di TPU Kujaran, yang terletak dekat Studio Persari di Jakarta Selatan.
Sejumlah kerabat serta teman-teman seperti Billy Syahputra dan Anwar BAB turut membantu mengangkat keranda jenazah Mpok Alpa. Lantunan tahlil yang dipanjatkan oleh para pelayat mengisi suasana hingga jenazah tiba di tepi liang lahad.
Kesedihan menyelimuti para peziarah yang hadir, termasuk beberapa artis yang mengantar Mpok Alpa ke tempat peristirahatan terakhir. Di antara mereka terdapat Anwar BAB dan komika Kiky Saputri, yang terlihat sangat berduka dan tak mampu menahan tangis saat melepas kepergian Mpok Alpa untuk selamanya.