Wow, Aset BTN Syariah Tembus Rp68,36 Triliun di Q3 2025, Siap Spin-off Jadi Bank Syariah Nasional!
Aset BTN Syariah melonjak 18,4% menjadi Rp68,36 triliun per Q3 2025, menandai kesiapan spin-off menjadi Bank Syariah Nasional. Bagaimana dampaknya bagi perbankan syariah Indonesia?
Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN Syariah mencatatkan kinerja impresif pada Kuartal III (Q3) 2025. Aset BTN Syariah melonjak signifikan sebesar 18,4 persen secara tahunan (yoy) hingga mencapai angka Rp68,36 triliun. Peningkatan ini terjadi di tengah persiapan matang untuk proses pemisahan (spin-off) yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
Kinerja positif ini tidak hanya tercermin dari pertumbuhan aset, tetapi juga dari sisi intermediasi dan pendanaan. Pembiayaan BTN Syariah tumbuh 19,7 persen yoy menjadi Rp51,10 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) juga naik 19,3 persen yoy mencapai Rp56,90 triliun. Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi terhadap layanan perbankan syariah.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa UUS BTN selangkah lagi akan bertransformasi menjadi bank umum syariah (BUS) dengan potensi besar. Proses spin-off ini akan menghasilkan Bank Syariah Nasional (BSN) yang diharapkan mampu melayani lebih banyak kebutuhan keuangan syariah masyarakat. Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Presiden RI.
Kinerja Aset dan Laba BTN Syariah yang Melonjak
Aset BTN Syariah menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, mencapai Rp68,36 triliun per akhir September 2025. Angka ini meningkat tajam dari Rp57,72 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat kesiapan UUS BTN untuk menjadi entitas bank syariah mandiri.
Dari sisi penyaluran pembiayaan, BTN Syariah juga mencatat kenaikan signifikan. Hingga September 2025, pembiayaan tumbuh 19,7 persen yoy menjadi Rp51,10 triliun, dibandingkan Rp42,70 triliun pada tahun sebelumnya. Ini menunjukkan ekspansi bisnis yang agresif dan efektif dalam menjangkau segmen pasar syariah.
Pendanaan masyarakat juga tidak kalah impresif, dengan peningkatan 19,3 persen yoy menjadi Rp56,90 triliun. Angka ini naik dari Rp47,68 triliun di periode yang sama tahun lalu. Kenaikan DPK ini mencerminkan kepercayaan publik yang terus meningkat terhadap produk dan layanan syariah dari BTN.
Dengan seluruh kinerja positif tersebut, BTN Syariah berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp592 miliar per Kuartal III 2025. Laba ini meningkat 8,4 persen yoy dari Rp546 miliar pada Kuartal III 2024, menegaskan profitabilitas unit usaha ini.
Proses Spin-off Menuju Bank Syariah Nasional
Proses pemisahan atau spin-off BTN Syariah kini telah memasuki tahap akhir. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan terhadap rencana BTN untuk melakukan spin-off melalui akuisisi Bank Victoria Syariah (BVIS). Akuisisi ini akan menjadi cangkang bagi pembentukan bank umum syariah baru.
BTN telah resmi mengakuisisi 99,99 persen saham BVIS pada Juni 2025. Sebagai tindak lanjut, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BVIS pada Agustus 2025 menyepakati perubahan nama perseroan. Nama baru yang disepakati adalah PT Bank Syariah Nasional (BSN), yang akan menjadi nama resmi setelah spin-off.
Persetujuan untuk restrukturisasi terkait spin-off ini juga telah diperoleh dari Presiden RI Prabowo Subianto, melalui Kementerian BUMN dan Danantara Indonesia. Dukungan dari berbagai pihak ini mempercepat langkah BTN Syariah untuk menjadi entitas bank syariah yang mandiri dan kuat.
Dalam pengumuman melalui situs resminya pada Rabu (22/10), BTN mengungkapkan bahwa pemisahan UUS dengan pengalihan hak dan kewajiban kepada Bank Syariah Nasional diperkirakan akan selesai pada minggu ke IV Desember 2025. Hal ini menandai momen penting dalam sejarah perbankan syariah di Indonesia.
Dampak dan Harapan untuk Industri Perbankan Syariah
Kehadiran Bank Syariah Nasional (BSN) sebagai bank syariah baru hasil spin-off diharapkan membawa dampak positif yang luas. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, meyakini bahwa bank baru ini akan mampu melayani lebih banyak masyarakat dengan prinsip syariah untuk berbagai kebutuhan keuangan mereka. Ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia.
Transformasi ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Dengan adanya pemain baru yang kuat, diharapkan terjadi peningkatan kompetisi sehat dan inovasi produk syariah. Hal ini pada akhirnya akan memberikan pilihan yang lebih beragam dan menarik bagi konsumen.
Peningkatan aset BTN Syariah dan proses spin-off menjadi Bank Syariah Nasional merupakan langkah strategis yang visioner. Ini tidak hanya memperkuat posisi BTN di pasar syariah, tetapi juga membuka peluang besar bagi perkembangan ekonomi syariah secara keseluruhan. Industri perbankan syariah nasional siap menyambut era baru dengan kehadiran BSN.
Sumber: AntaraNews