WFP Akui Kepemimpinan Indonesia Bangun Sistem Ketahanan Pangan Tangguh di WEF
World Food Programme (WFP) memuji kepemimpinan Indonesia dalam membangun sistem ketahanan pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim di World Economic Forum (WEF), menunjukkan komitmen negara ini terhadap solusi global.
World Food Programme (WFP) dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyatakan Indonesia menunjukkan kepemimpinan global yang signifikan. Pernyataan ini terkait upaya membangun sistem pangan yang tangguh dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Pengakuan tersebut disampaikan dalam sesi diskusi World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis, 22 Januari 2026. WFP menyoroti pendekatan terpadu Indonesia yang jarang ditemukan di negara lain.
Rania Dagash-Kamara, Assistant Executive Director for Partnership and Innovation WFP, menilai pendekatan Indonesia mencerminkan kepemimpinan pemerintah yang kuat. Hal ini menunjukkan koordinasi dalam membangun ketahanan pangan berbasis sistem secara efektif, yang diterima di Jakarta pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepemimpinan Indonesia dalam Ketahanan Pangan Global
WFP secara khusus mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh Indonesia dalam menghadapi tantangan pangan global. Rania Dagash-Kamara menekankan pentingnya kepemimpinan pemerintah yang kuat dan sistem perlindungan sosial yang responsif. Indonesia juga berani bertindak sebelum krisis terjadi, sebuah strategi proaktif yang membedakannya.
“Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan pangan yang tangguh terhadap iklim membutuhkan kepemimpinan pemerintah yang kuat, sistem perlindungan sosial yang responsif, serta keberanian untuk bertindak sebelum krisis terjadi. Tidak banyak negara yang mampu melakukan ini secara terpadu, dan Indonesia adalah salah satunya,” ujarnya.
Penilaian positif ini disampaikan dalam diskusi panel bertajuk “Food Security: Indonesia’s Strategy for Climate-Resilient Food Systems” yang digelar di Indonesia Pavilion, WEF. Ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam diskusi ketahanan pangan internasional.
Strategi Adaptif di Tengah Tantangan Iklim
CEO ClimateAi, Himanshu Gupta, turut memperkuat pandangan mengenai relevansi strategi Indonesia di tengah dinamika global. Ia menyoroti peningkatan risiko iklim yang menuntut pendekatan adaptif dari setiap negara.
Gupta menambahkan bahwa Indonesia memiliki modal penting dalam menjaga ketahanan pangan, termasuk capaian swasembada beras di sebagian besar tahun. Capaian ini perlu terus diperkuat melalui pendekatan sistemik dan berbasis data yang lebih mendalam.
“Indonesia memiliki modal penting dalam ketahanan pangan, termasuk tingkat swasembada beras di sebagian besar tahun. Pendekatan sistemik dan berbasis data akan menjadi kunci untuk memperkuat ketahanan tersebut di tengah tantangan iklim dan dinamika global,” jelasnya.
Peran Teknologi dan Inovasi Pertanian
Dari perspektif industri, Chairman and Group CEO United Phosphorous Limited (UPL), Jai Shroff, melihat peluang besar bagi Indonesia. Investasi teknologi pertanian dapat memperkuat ketahanan pangan nasional secara signifikan.
Shroff menyatakan bahwa banyak masyarakat Indonesia terlibat langsung dalam sektor pertanian. Dengan penerapan teknologi yang tepat, perubahan besar dalam produktivitas dan efisiensi sangat mungkin terjadi.
“Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk berinovasi di sektor pertanian. Banyak masyarakat yang terlibat langsung dalam pertanian, dan dengan teknologi yang tepat, perubahan besar sangat mungkin terjadi,” katanya.
Ana Carolina Zimmerman, petani dari Fazenda Ribeirão, Brasil, menekankan pentingnya penguatan institusi riset yang terhubung dengan pemerintah. Kolaborasi internasional dan kebijakan yang memastikan manfaat inovasi merata juga krusial.
Fondasi Ekonomi Kuat untuk Stabilitas Pangan
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada WEF di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026) waktu setempat, menegaskan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dirancang secara terukur dan berbasis data. Ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan disiplin fiskal negara.
Pendekatan ini, menurut Presiden, merupakan kunci dari ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat. Kebijakan yang tepat menjadi penopang utama stabilitas.
"Kebijakan kami telah dan akan selalu dirancang secara tepat," ujar Presiden Prabowo.
Stabilitas ekonomi yang kuat secara langsung berkontribusi pada kemampuan negara untuk mengimplementasikan kebijakan ketahanan pangan yang efektif dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews