Wakil Ketua MPR Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender di Hari Perempuan Internasional 2026

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan Hari Perempuan Internasional 2026 adalah momentum krusial untuk menyadarkan pentingnya kesetaraan gender dan keadilan bagi perempuan di Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Wakil Ketua MPR Tekankan Pentingnya Kesetaraan Gender di Hari Perempuan Internasional 2026
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat menegaskan Hari Perempuan Internasional 2026 adalah momentum krusial untuk menyadarkan pentingnya kesetaraan gender dan keadilan bagi perempuan di Indonesia. (AntaraNews)

Peringatan Hari Perempuan Internasional (IWD) 2026 menjadi sorotan utama. Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya momen ini. Ia menyerukan penyadaran kolektif mengenai esensi kesetaraan dan keadilan bagi perempuan di seluruh lapisan masyarakat.

Berbicara di Jakarta pada Minggu, Lestari Moerdijat menggarisbawahi bahwa tema IWD 2026, "Give To Gain", sangat relevan. Tema ini mendorong kolaborasi, kemurahan hati, serta investasi sosial. Tujuannya adalah menciptakan kesetaraan gender yang lebih baik.

Momen peringatan IWD tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Hal ini dinilai Lestari Moerdijat sebagai kesempatan emas. Semangat empati, keadilan, dan kepedulian sosial dari kedua momen tersebut saling melengkapi.

Lestari Moerdijat menjelaskan bahwa terwujudnya keadilan dan kesetaraan bagi perempuan memerlukan dukungan dari semua pihak. Kebijakan yang berdampak struktural di masyarakat juga sangat dibutuhkan. Tanpa dukungan menyeluruh, upaya ini tidak akan maksimal.

Tema "Give To Gain" pada IWD 2026 mengajak setiap individu untuk berkontribusi aktif. Dengan memberi, baik dalam bentuk dukungan maupun tindakan nyata, masyarakat akan mendapatkan kemajuan. Ini termasuk dalam upaya mencapai kesetaraan gender.

Peringatan IWD di bulan Ramadhan semakin memperkuat pesan tersebut. Nilai-nilai luhur Ramadhan seperti empati dan kepedulian sosial sangat selaras. Hal ini mengingatkan bahwa perjuangan kesetaraan gender adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

Meskipun ada kemajuan, perempuan di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan signifikan. Tantangan ini meliputi sektor ekonomi, politik, hingga perlindungan dari kekerasan. IWD bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi mendalam atas isu-isu ini.

Laporan Global Gender Gap Report 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) menyoroti kesenjangan gender di Indonesia. Dengan skor 0,692, Indonesia berada di peringkat ke-97 dari 148 negara. Angka ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Data Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) 2024 juga mengungkapkan fakta memprihatinkan. Satu dari empat perempuan berusia 15–64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau seksual sepanjang hidupnya.

Data tersebut menegaskan bahwa kesetaraan gender dan perlindungan perempuan masih menjadi isu krusial. Ini merupakan tugas besar bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Upaya kolektif sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini.

Lestari Moerdijat berharap momentum IWD 2026 dapat memperkuat kesadaran kolektif bangsa. Tujuannya adalah untuk mempercepat terwujudnya keadilan bagi perempuan. Selain itu, kesempatan yang setara harus terbuka lebar bagi perempuan Indonesia.

Kesadaran ini tidak hanya berhenti pada tingkat individu, tetapi juga harus mendorong perubahan kebijakan. Kebijakan yang responsif gender akan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif. Ini akan memungkinkan perempuan untuk berpartisipasi penuh dalam pembangunan.

Peran serta aktif dari berbagai sektor, mulai dari keluarga, komunitas, hingga lembaga negara, sangat vital. Dengan sinergi yang kuat, cita-cita kesetaraan gender dapat tercapai. Hal ini akan membentuk masyarakat yang lebih adil dan beradab.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi