Penguatan Diplomasi Prabowo: Indonesia Bergabung dalam Board of Peace untuk Perdamaian Global
Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang digagas Donald Trump dinilai sebagai penguatan signifikan diplomasi Prabowo Subianto dalam memperjuangkan perdamaian dunia, khususnya di Palestina.
Republik Indonesia secara resmi bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah inisiatif yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Langkah strategis ini terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menandatangani Piagam Dewan Perdamaian di sela-sela agenda World Economic Forum 2026 yang berlangsung di Davos, Swiss, pada Kamis waktu setempat.
Keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional ini dipandang sebagai cerminan penguatan diplomasi strategis dari Presiden Prabowo Subianto, yang mengedepankan pendekatan aktif, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan nasional. Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, menyoroti bahwa keputusan ini juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap stabilitas kawasan dan global.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, turut menyampaikan bahwa bergabungnya Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza ini merupakan bukti nyata pengakuan dunia terhadap peran penting Indonesia dalam mewujudkan perdamaian, khususnya di Palestina. Hal ini sekaligus memperkuat posisi dan pandangan Indonesia di kancah diplomasi internasional.
Memperkuat Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Amelia Anggraini menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam BoP harus dipahami sebagai bagian integral dari konsistensi diplomasi Indonesia yang berlandaskan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif. Menurutnya, Indonesia memandang setiap forum perdamaian internasional sebagai ruang strategis untuk memperjuangkan nilai-nilai dialog dan penyelesaian damai konflik.
Selain itu, partisipasi ini juga menjadi wadah bagi Indonesia untuk menekankan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta perlindungan warga sipil sesuai dengan hukum internasional. Amelia menambahkan, langkah ini bukan bentuk keberpihakan pada kepentingan kekuatan tertentu, melainkan upaya konstruktif memastikan suara negara berkembang tetap diperhitungkan dalam arsitektur perdamaian global.
Indonesia, lanjut Amelia, harus terus menjaga posisi independen, kritis, dan solutif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap inisiatif perdamaian selaras dengan Piagam PBB dan prinsip multilateralisme yang inklusif. Indonesia berkepentingan untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga kontributor gagasan dalam membangun tatanan dunia yang lebih adil, stabil, dan berkelanjutan.
Pengakuan Dunia atas Diplomasi Indonesia
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dalam rekaman video yang disiarkan di media sosial, menyatakan bahwa keanggotaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza gagasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan bukti diakuinya peran Indonesia. Pengakuan ini secara khusus terkait dengan upaya Indonesia untuk mewujudkan perdamaian di Palestina.
Menurut Sugiono, keanggotaan Indonesia di BoP merupakan bentuk pengakuan dunia terhadap diplomasi Indonesia serta pada posisi dan pandangan Indonesia terhadap perdamaian dunia. Secara lebih spesifik, hal ini juga menunjukkan pengakuan terhadap pandangan Indonesia mengenai perdamaian di kawasan tersebut.
Sugiono juga menjelaskan bahwa dengan ditandatanganinya Piagam Dewan Perdamaian oleh Presiden RI Prabowo Subianto, badan tersebut kini telah resmi menjadi sebuah organisasi internasional. Penandatanganan tersebut dilakukan di sela-sela agenda World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, pada Kamis waktu setempat.
Sumber: AntaraNews