Waspada, Pria Ini Bongkar Modus Scam Transaksi Non Tunai di Pom Bensin, Bisa Kuras Rekening
Semakin canggih teknologi, semakin tinggi pula risiko yang terjadi.
Seiring dengan kemajuan teknologi dan semakin tipisnya batas antara dunia nyata dan digital, ancaman penipuan dan kecurangan semakin meningkat. Di tengah berkembangnya kecanggihan teknologi seperti AI dan robot, banyak orang yang terpapar risiko penipuan setiap harinya, tak terkecuali di dunia perbankan.
Dilansir dari Times of India, sebuah video yang kini viral di Instagram mengungkapkan modus penipuan kartu kredit baru yang terjadi di pompa bensin. Dalam video tersebut, seorang pria mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit di pompa bensin, yang dapat menguras saldo rekening Anda dalam semalam.
Pria tersebut menjelaskan, "Tolong jangan gunakan kartu kredit Anda untuk melakukan pembayaran di pompa bensin, dan saya akan memberitahu Anda alasannya," ujar pria yang kemudian berbagi pengalaman seorang pria India yang menjadi korban penipuan.
Kisahnya bermula saat pria tersebut, yang sedang melakukan perjalanan antar kota, berhenti di sebuah pom bensin untuk mengisi bahan bakar. Saat membayar menggunakan kartu kredit, ia menggesek kartunya dan memasukkan PIN dengan benar. Namun, transaksi pertama ditolak. Ia mencoba lagi, dan hasilnya masih sama. Baru pada percobaan ketiga pembayaran berhasil dilakukan.
Namun, beberapa minggu kemudian, ia menyadari ada transaksi yang mencurigakan pada kartunya, dengan tagihan lebih dari seribu rupee. Setelah dilakukan penyelidikan, terungkap bahwa saat pria tersebut melakukan pembayaran, kartunya telah dicuri atau digandakan. Dengan menggunakan PIN yang ia masukkan, para pelaku berhasil mengakses rekeningnya dan mencuri uang.
Mencegah Agar Tidak Menjadi Korban Scam
Sarthak Ahuja, pria yang mengunggah video ini di Instagram dengan akun @casarthakahuja dan memiliki lebih dari 2,1 juta pengikut, menyarankan beberapa langkah untuk melindungi diri dari penipuan semacam ini yang semakin meningkat di India.
Ia menyarankan untuk menggunakan metode pembayaran nirsentuh, seperti menggunakan aplikasi UPI (Unified Payments Interface), yang lebih aman dan tidak memungkinkan kartu untuk digandakan.
Selain itu, ia juga menyarankan agar Anda selalu menunggu pemberitahuan di ponsel Anda yang menyatakan transaksi telah ditolak sebelum menggesek kartu Anda lagi. Ini akan membantu Anda tetap waspada jika kartu Anda dicuri atau dikloning.
Sartah juga menyarankan untuk menonaktifkan pembayaran internasional pada kartu Anda ketika berada di India, karena sebagian besar transaksi penipuan ini terjadi di lokasi internasional.
Video yang mengejutkan ini menjadi viral dengan lebih dari 2,4 juta penayangan dan 63.000 like, serta banyak komentar dari orang-orang yang mengatakan bahwa mereka atau orang yang mereka kenal pernah menjadi korban penipuan serupa.
Dengan semakin canggihnya modus penipuan ini, penting bagi kita untuk lebih berhati-hati dan selalu menggunakan metode pembayaran yang aman.