Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap tiga orang yakni atas nama inisial RJ, LBK dan NRA. Ketiganya ditangkap diduga melakukan penipuan daring atau online scam.
"Untuk sebuah kasus yang diungkap beberapa waktu yang lalu oleh Direktorat Reserse SIBER Polda Metro Jaya, ini dari satu korban saja kerugiannya mencapai Rp3.050.000.000 rupiah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Ade Ary Syam Indardi kepada wartawan, Jakarta, Jumat (31/10).
"Pelaku yang berhasil diamankan ada 3 orang, secara umum modusnya itu adalah penipuan daring atau online scam," sambungnya.
Ade Ary menyebut, para terduga pelaku itu telah menyebarkan tawaran kepada masyarakat berupa link Instagram dan juga infografis. Kemudian, link itu disebarkan melalui WhatsApp dan Telegram.
"Jadi para pelaku ini bertindak seolah-olah sebagai sekuritas dan bertindak seolah-olah sebagai PAKD atau Pedagang Aset Keuangan Digital," sebutnya.
Mereka yang seolah-olah sebagai sekuritas itu menawarkan korban untuk trading saham, jual beli saham dengan trik-trik dan metode cara-cara supaya menang, menguntungkan dan lain sebagainya.
"Kemudian seolah-olah sebagai PAKD, seolah-olah sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital menawarkan trading kripto," ujarnya.
Advertisement
Libatkan Jaringan Internasional
Ternyata, dalam menjalankan aksinya itu para terduga pelaku juga melibatkan jaringan Internasional yang terhubung dengan jaringan online scam di Malaysia.
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan, ada enam bagian besar modus operandi online scam. Karena, kejahatan ini diungkapkannya telah memakan banyak korban.
"Yang masing-masing modus operandinya itu ada turunannya lagi, ada yang 6 modus turunan, ada yang 4, ada yang 3, total sekitar hampir 25 modus," ungkapnya.
Advertisement
Minta Warga Waspada Penipuan Online
Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat lebih berhati-hati apabila menerima informasi dari akun-akun chatting, kanal-kanal chatting dari orang-orang atau nomor yang tidak dikenal tiba-tiba di invite di grup tertentu.
"Hati-hati. Bisa konfirmasi nanti dijelaskan oleh Pak Wadir bahwa Direktorat Reserse Siber punya kanal bagi masyarakat yang ragu apabila ada tawaran investasi dan lainnya bisa melalui komunikasi di kanal atau aplikasi SIGAP," pungkasnya.