Terungkap! Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Masih 29%, Luhut Minta BGN Perbaiki Data dan Bangun Ekosistem
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera memperbaiki serapan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang baru mencapai 29% dan membangun ekosistemnya demi keberlanjutan program unggula
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan secara tegas meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk segera memperbaiki serapan anggaran program dan membangun ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Permintaan ini disampaikan Luhut usai menghadiri kegiatan “1 tahun Prabowo-Gibran: Optimism 8% Economic Growth” di Jakarta pada Kamis, 16 Oktober.
Luhut menekankan bahwa perbaikan data merupakan langkah krusial, bukan hanya sekadar menghabiskan anggaran yang tersedia. Ia menginginkan agar implementasi program ini tidak hanya fokus pada penyerapan dana, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sebagai salah satu inisiatif unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, mengingat potensinya dalam menciptakan simpul-simpul ekonomi baru di berbagai daerah. Program ini diharapkan dapat membawa kesetaraan ekonomi melalui keterlibatan produsen bahan makanan hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Luhut Soroti Serapan Anggaran dan Pentingnya Ekosistem MBG
Luhut Binsar Pandjaitan menggarisbawahi bahwa Program Makan Bergizi Gratis memiliki potensi besar untuk menggerakkan roda perekonomian nasional. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari petani, peternak, hingga penyedia layanan gizi, akan membentuk sebuah ekosistem ekonomi yang luas.
“Saya sudah sampaikan ke Dadan (Kepala BGN) waktu ke kantor, datanya harus diperbaiki. Ke depannya bukan hanya sekadar menghabiskan uang, tapi juga terbangun atau nggak ekosistemnya,” ujar Luhut, menegaskan pentingnya efektivitas program.
Meskipun memiliki potensi besar, Luhut mengakui bahwa pelaksanaan MBG masih menghadapi sejumlah kekurangan yang memerlukan perbaikan berkelanjutan. Ia juga berpandangan bahwa program ini perlu diterapkan dalam jangka waktu yang panjang untuk mencapai hasil optimal.
“Menurut saya harus dipelihara Makan Bergizi Gratis ini, mungkin paling tidak 10 tahun. Mungkin setelah itu bertahap kita lihat, kita evaluasi mau bagaimana,” tambahnya, menunjukkan visi jangka panjang terhadap program ini.
Realisasi Anggaran MBG dan Tanggapan Kemenkeu
Data dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menunjukkan bahwa realisasi anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis masih berada di angka 29% dari total pagu. Hingga 3 Oktober 2025, anggaran yang terserap baru mencapai Rp20,6 triliun dari total pagu sebesar Rp71 triliun.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya sempat mengungkapkan bahwa lembaganya kemungkinan tidak dapat menyerap seluruh anggaran yang disediakan tahun ini. Ia menyebutkan bahwa dana cadangan sebesar Rp70 triliun berpotensi dikembalikan kepada pemerintah karena tidak terserap.
Namun, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan klarifikasi terkait pernyataan tersebut. Purbaya menerangkan bahwa dana sebesar Rp70 triliun yang disebut-sebut itu sebenarnya belum dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara resmi.
Purbaya menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau penyerapan anggaran yang memang sudah ditetapkan sebesar Rp71 triliun. Kemenkeu berkomitmen untuk memastikan anggaran tersebut terserap secara efektif menjelang akhir tahun.
MBG sebagai Program Prioritas Pemerintah
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu prioritas utama pemerintah yang harus didorong implementasinya. Optimalisasi penyerapan anggaran menjadi kunci untuk memastikan program ini berjalan sesuai harapan.
Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya program MBG sebagai inisiatif strategis pemerintah. Oleh karena itu, Kemenkeu akan terus berupaya agar penyerapan anggaran program ini dapat berjalan optimal hingga akhir tahun.
Keterlibatan aktif dari BGN dalam memperbaiki data dan membangun ekosistem yang kuat diharapkan dapat mempercepat realisasi tujuan program. Dengan demikian, manfaat dari Makan Bergizi Gratis dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat penerima.
Sumber: AntaraNews