Telkom Capai 95% Progres Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi Aceh Pasca Bencana
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan progres signifikan dalam Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi Aceh yang telah mencapai 95%, memastikan konektivitas vital bagi masyarakat terdampak bencana.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengumumkan capaian signifikan dalam upaya Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi Aceh pasca bencana, dengan progres mencapai 95% hingga saat ini. Fokus pemulihan lanjutan kini diarahkan ke wilayah Blangkejeren dan Takengon untuk memastikan seluruh layanan kembali optimal.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa sejak awal bencana, TelkomGroup telah memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi. Hal ini bertujuan agar masyarakat di wilayah terdampak tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi penting.
Dengan keberhasilan ini, TelkomGroup telah berhasil memulihkan minimal satu site yang beroperasi di setiap kecamatan di Aceh, menjadikan seluruh 289 kecamatan kembali on air. Sementara itu, untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra Barat dan Sumatra Utara, layanan telekomunikasi telah kembali normal sepenuhnya.
Capaian Pemulihan Jaringan di Seluruh Aceh
Progres Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi Aceh yang mencapai 95% ini menunjukkan komitmen kuat TelkomGroup dalam mendukung masyarakat pasca bencana. Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada Aceh, tetapi juga mencakup pemulihan penuh di Sumatra Barat dan Sumatra Utara. TelkomGroup memastikan bahwa layanan telekomunikasi esensial dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di daerah terdampak.
Setiap kecamatan di Aceh, yang berjumlah 289, kini telah memiliki setidaknya satu site telekomunikasi yang berfungsi. Ini merupakan langkah krusial dalam mengembalikan konektivitas dan mendukung aktivitas sehari-hari warga. Upaya pemulihan ini terus berlanjut, dengan prioritas pada area yang masih memerlukan perhatian khusus seperti Blangkejeren dan Takengon.
Dian Siswarini menekankan pentingnya peran telekomunikasi dalam situasi darurat dan pasca bencana. "Sejak awal terjadi bencana, TelkomGroup memprioritaskan pemulihan layanan telekomunikasi agar masyarakat tetap dapat berkomunikasi dan mengakses informasi," ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi dan kecepatan respons Telkom dalam menghadapi kondisi darurat.
Dukungan Infrastruktur dan Bantuan Kemanusiaan TelkomGroup
Keberhasilan Pemulihan Infrastruktur Telekomunikasi Aceh didukung oleh pengerahan besar-besaran infrastruktur jaringan TelkomGroup. Ini meliputi 18 site satelit, 57 adaptor daya BTS (rectifier system), 768 unit genset standby dan mobile, serta 776 paket baterai. Sumber daya ini memastikan keberlangsungan layanan telekomunikasi di wilayah-wilayah yang paling membutuhkan.
Selain fokus pada pemulihan jaringan, TelkomGroup juga aktif menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Kolaborasi dalam menghadirkan ruang aman bagi anak-anak di Aceh Tamiang menjadi bagian dari upaya trauma healing yang sangat dibutuhkan. Inisiatif ini menunjukkan kepedulian TelkomGroup terhadap aspek psikologis dan sosial masyarakat.
Secara total, hingga Kamis (1/1), TelkomGroup telah menyalurkan bantuan senilai Rp122,6 miliar bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera. Bantuan tersebut mencakup penyediaan konektivitas, layanan kesehatan, dapur umum, serta paket logistik di titik-titik pengungsian. Telkom juga memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan pada periode Desember 2025-Januari 2026.
Komitmen Telkom dalam Pemulihan Pasca Bencana
Dian Siswarini menambahkan, "Melalui percepatan pemulihan infrastruktur, dukungan jaringan satelit, penyediaan posko internet gratis, dan tambahan personel, kami juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan serta memberikan keringanan dan kompensasi bagi pelanggan TelkomGroup." Komitmen ini mencerminkan pendekatan holistik perusahaan dalam penanganan bencana.
Upaya TelkomGroup tidak hanya berhenti pada aspek teknis, tetapi juga merangkul dimensi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak. Dengan menyediakan konektivitas dan bantuan esensial, Telkom berharap dapat mempercepat proses pemulihan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk membantu masyarakat bangkit lebih cepat.
“Kami berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat untuk dapat bangkit lebih cepat dan menjalani masa pemulihan dengan lebih baik,” pungkas Dian. Pernyataan ini menegaskan harapan Telkom agar kontribusi mereka dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.
Sumber: AntaraNews