Tegas, Vietnam Peringatkan Dampak Tarif Trump
Kebijakan proteksionis seperti yang diterapkan oleh pemerintahan Trump dinilai berisiko memperburuk tekanan ekonomi.
Kebijakan dagang Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menuai sorotan. Kali ini, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh secara terbuka menyampaikan kekhawatirannya terhadap tarif tinggi yang diberlakukan AS terhadap produk-produk impor, termasuk dari Vietnam.
Dalam pernyataannya di hadapan parlemen pada Senin (5/5), Chinh menyebut tarif “timbal balik” Trump termasuk bea masuk sebesar 46% atas barang-barang asal Vietnam sebagai ancaman serius bagi rantai pasokan global dan kestabilan ekonomi dunia.
“Ekonomi kita yang bergantung pada ekspor kini menghadapi situasi yang menantang dan rumit,” ujar Chinh dilansir dari Reuters, Senin (5/5).
Sebagai negara yang menjadi salah satu pusat manufaktur dunia, Vietnam sangat bergantung pada kelancaran ekspor dan jaringan rantai pasok global. Kebijakan proteksionis seperti yang diterapkan oleh pemerintahan Trump dinilai berisiko memperburuk tekanan ekonomi, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara tetapi juga secara global.
Chinh mengungkapkan bahwa pemerintah Vietnam telah memulai pembicaraan bilateral dengan AS untuk mencari solusi atas persoalan ini. Ia menyatakan bahwa Vietnam termasuk negara pertama yang disetujui Washington untuk melakukan negosiasi tarif secara langsung.
“Kami tetap tenang dan berani serta mengambil langkah yang tepat,” kata Chinh, menyiratkan pendekatan diplomatik yang hati-hati namun tegas.
Sementara dampak penuh dari kebijakan tarif ini telah ditunda hingga Juli secara global, kekhawatiran terhadap stabilitas perdagangan internasional terus meningkat. Apalagi, Vietnam bukan satu-satunya negara yang menghadapi tekanan dari kebijakan dagang AS beberapa negara Asia lainnya pun sedang bersiap untuk kemungkinan lonjakan tarif terhadap produk ekspor mereka.
Langkah negosiasi yang diambil Vietnam dapat menjadi preseden penting bagi negara-negara berkembang lain yang turut terdampak. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, stabilitas ekspor dan akses pasar internasional menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.