Perang Tarif Makin Panas: Uni Eropa Siapkan Bea Masuk Balasan Kedua untuk Trump, Nilainya Rp1.370 Triliun
Penetapan bea masuk balasan putaran kedua Uni Eropa terhadap Amerika Serikat akan mencakup sektor penerbangan dan transportasi bermotor.
Uni Eropa tengah menyiapkan tindakan balasan kedua atas kebijakan Presiden AS yang menerapkan tarif sebesar 30 persen atas produk yang diimpor ke AS.
Penetapan bea masuk balasan putaran kedua Uni Eropa terhadap Amerika Serikat akan mencakup sektor penerbangan dan transportasi bermotor, termasuk suku cadang, serta bea masuk untuk bourbon. Demikan lapor surat kabar Politico dilansari dari Sputnik.
Sebelumnya pada Senin (14/7), Komisaris Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Maros Sefcovic mengatakan bahwa Komisi Eropa telah menyampaikan proposalnya kepada negara-negara Uni Eropa untuk paket tindakan balasan kedua, yang dapat diperkenalkan pada awal Agustus jika tidak ada kesepakatan dengan Washington.
Putaran kedua tarif pembalasan tersebut dilaporkan mencakup barang-barang produk Amerika Serikat senilai total sekitar 72 miliar euro (sekitar Rp1.370 triliun).
Barang-barang yang paling terdampak oleh kebijakan bea masuk tersebut adalah pesawat terbang dan suku cadangnya senilai hampir 11 miliar euro, kemudian diikuti oleh mesin, lalu mobil dan suku cadangnya, bahan kimia dan plastik, perangkat dan peralatan medis, peralatan listrik, dan barang-barang industri.
Versi sebelumnya dari paket tersebut dilaporkan berdampak pada barang-barang Amerika senilai total 95 miliar euro. Sebagaimana diwartakan, Presiden AS Donald Trump pada 12 Juli mengumumkan akan mengenakan tarif sebesar 30 persen atas barang-barang impor Eropa mulai 1 Agustus, sementara tarif sektoral sebelumnya akan tetap berlaku.
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada akhir pekan bahwa Uni Eropa akan melanjutkan negosiasi dengan Washington, tetapi memperingatkan bahwa mereka siap untuk mengambil tindakan balasan.
Presiden Prancis Tolak Keras
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menolak keras keputusan Amerika Serikat memberlakukan tarif 30 persen untuk produk ekspor Uni Eropa, dan menyerukan percepatan penyusunan langkah balasan yang kredibel.
"Bersama Presiden Komisi Eropa, Prancis menyuarakan penolakan keras atas pengumuman tarif horizontal sebesar 30 persen untuk ekspor Uni Eropa ke Amerika Serikat mulai 1 Agustus," tulis Macron melalui akun X, dilansir dari laman Anadolu di Jakarta.
Dia menegaskan kembali pentingnya Komisi Eropa untuk menunjukkan ketegasan dalam menjaga kepentingan Eropa secara konsisten dan tegas.
"Hal ini berarti mempercepat penyusunan langkah-langkah balasan yang kredibel, dengan memanfaatkan seluruh instrumen yang dimiliki, termasuk mekanisme anti-koersi (anti paksaan), apabila tidak ada kesepakatan yang dicapai sebelum 1 Agustus," tambah Macron.
Dia juga menyampaikan dukungan penuh Prancis terhadap jalannya negosiasi yang akan diintensifkan guna mencapai kesepakatan bersama sebelum tenggat waktu tersebut.
"Kesepakatan itu diharapkan mencerminkan rasa saling menghormati yang semestinya dimiliki antara mitra dagang seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang saling berbagi kepentingan serta rantai nilai yang terintegrasi."