Tahukah Anda, Sinergi TNI Polri di Bone Bolango Salurkan Beras SPHP, Bantu Warga Lawan Inflasi?
Polri dan TNI di Bone Bolango bersinergi menyalurkan beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah. Upaya ini tak hanya bantu masyarakat dapat kebutuhan pokok murah, tapi juga tekan inflasi daerah.
Sinergi antara aparat keamanan dan militer kembali terwujud dalam upaya membantu masyarakat. Personel Polri dari Polsek Kabila Bone dan TNI Angkatan Darat dari Koramil Bonepantai Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, baru-baru ini bersatu menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kegiatan ini dikemas dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di pusat keramaian warga.
Penyaluran beras SPHP ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 September, dengan tujuan utama memudahkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok. Berbeda dari biasanya yang hanya terpusat di depan gedung Polsek, kali ini GPM diadakan di pasar-pasar tradisional dan tempat umum lainnya di wilayah Kecamatan Kabila Bone. Langkah ini diambil untuk memastikan beras berkualitas dari Bulog Gorontalo dapat menjangkau lebih banyak warga.
Setiap karung beras berukuran 5 kilogram dijual dengan harga Rp60 ribu, jauh lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di pasaran. Untuk memastikan pemerataan, setiap warga hanya diperkenankan membeli maksimal dua karung beras. Inisiatif ini tidak hanya meringankan beban ekonomi masyarakat tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga.
Wujud Sinergitas dan Kepedulian TNI-Polri
Kapolsek Kabila Bone, Ipda Andi Rustan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. "Kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergitas TNI dan Polri serta pemerintah dalam membantu masyarakat, khususnya di Kecamatan Kabila Bone," ujar Ipda Andi. Kehadiran personel TNI dalam penyaluran beras SPHP ini memberikan semangat dan energi positif, menunjukkan bahwa sinergitas adalah kunci keberhasilan program pemerintah.
Kolaborasi ini tidak hanya sebatas penyaluran logistik, tetapi juga mencerminkan kepedulian mendalam terhadap kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya sinergi TNI Polri, warga merasa lebih terlayani dan terbantu dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Hal ini juga memperkuat ikatan antara aparat keamanan dan masyarakat.
Inovasi dalam metode penyaluran, seperti memilih lokasi di pasar tradisional, membuktikan fleksibilitas dan adaptasi pihak terkait dalam melayani masyarakat. Proses penyaluran beras SPHP juga dilaksanakan secara tertib dan teratur, memastikan setiap warga mendapatkan haknya tanpa kericuhan. Ini adalah contoh nyata bagaimana kerjasama lintas instansi dapat menciptakan dampak positif yang signifikan.
Strategi Menekan Inflasi dan Ketahanan Pangan
Lebih dari sekadar bantuan langsung, Gerakan Pangan Murah ini memiliki tujuan strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ipda Andi Rustan menambahkan bahwa GPM yang dilaksanakan merupakan bagian dari upaya sistematis untuk menekan laju inflasi di wilayah hukum Polsek Kabila Bone. Dengan menyediakan beras SPHP di bawah HET, daya beli masyarakat dapat terjaga, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan.
Komandan Pos Kabila Bone Koramil Bonepantai, Letda Bostar Rubai, juga menekankan pentingnya program ini dalam memperkuat ketahanan pangan lokal. "Kami juga berharap, masyarakat bisa terbantu dengan program ini, agar mereka bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa khawatir harga melambung tinggi," imbuhnya. Inisiatif ini menjadi langkah konkret semua pihak terkait untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau bagi warga.
Program penyaluran beras SPHP ini menunjukkan komitmen pemerintah dan aparat dalam menghadapi tantangan ekonomi. Dengan fokus pada stabilisasi pasokan dan harga, serta penguatan ketahanan pangan, diharapkan masyarakat Bone Bolango dapat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok dengan lebih tenang. Sinergi TNI Polri dalam GPM adalah bukti nyata bahwa kolaborasi efektif dapat memberikan solusi nyata bagi permasalahan ekonomi di tingkat lokal.
- Harga jual beras SPHP: Rp60.000 per karung ukuran 5 kilogram, lebih murah dari Harga Eceran Tertinggi (HET).
- Pembatasan pembelian: Setiap warga hanya diperkenankan membeli maksimal dua karung beras untuk pemerataan.
- Lokasi penyaluran: Dilaksanakan di pasar-pasar tradisional atau tempat umum lainnya di Kecamatan Kabila Bone, bukan hanya di depan Polsek.
Sumber: AntaraNews