Tahukah Anda? Pertamina SMEXPO Perdana di Surabaya Targetkan 12 Ribu Pengunjung, Dukung UMKM Lokal Jadi Vokal
Pertamina SMEXPO hadir perdana di Surabaya, menjadi solusi bagi UMKM binaan Pertamina untuk memperluas jangkauan pemasaran. Simak bagaimana ajang ini mendorong UMKM lokal!
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus secara aktif mendukung pengembangan serta penciptaan koneksi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui gelaran Pertamina Small Medium Enterprise Expo (SMEXPO). Acara ini diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, sebagai upaya nyata dalam memajukan sektor UMKM. Inisiatif ini menandai komitmen Pertamina dalam memberdayakan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Ahad Rahedi, selaku Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, menyatakan bahwa Pertamina SMEXPO menjadi solusi efektif. "Ini menjadi salah satu solusi untuk membantu UMK yang dibina oleh Pertamina mendapatkan media pemasaran dan publikasi yang lebih luas," ujarnya di Surabaya. Pernyataan ini menegaskan tujuan utama pameran, yaitu membuka akses pasar yang lebih besar bagi produk UMKM.
Pameran UMKM tahun ini merupakan yang pertama kalinya diadakan di Kota Surabaya, bertempat di Royal Plaza, Jalan Ahmad Yani, Wonokromo. Gelaran perdana Pertamina SMEXPO di Kota Pahlawan ini berhasil menghadirkan produk dari 41 pelaku UMKM. Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa Timur, Bali, NTB, hingga NTT, yang merupakan mitra binaan dari Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Meningkatkan Jangkauan dan Kualitas UMKM
Pertamina SMEXPO, yang pertama kali diinisiasi pada tahun 2020 sebagai Virtual Expo, kini bertransformasi menjadi pameran fisik yang lebih interaktif. Untuk tahun ini, pameran tersebut mengusung jargon inspiratif "Dari Lokal jadi Vokal", sebuah visi yang kuat untuk meningkatkan kualitas UMKM secara menyeluruh. Visi ini mencerminkan ambisi untuk membawa produk lokal ke panggung yang lebih besar.
Patra Niaga memiliki tujuan ambisius untuk meningkatkan kualitas UMKM, tidak hanya dari segi produk tetapi juga pengelolaan bisnis dan jaringan pemasaran. Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi dan sinergi yang erat dengan berbagai stakeholder terkait. Dengan demikian, UMKM lokal diharapkan dapat "bersuara", dikenal luas, diakui, dan memiliki daya saing yang kuat di pasar global.
Berbagai jenis produk UMKM turut meramaikan Pertamina SMEXPO di Surabaya, mulai dari kerajinan tangan yang unik, produk fashion terkini, hingga aneka kuliner lezat. "Untuk UMKM yang terlibat mulai dari kerajinan, fashion, craft, dan kuliner yang kami bina di wilayah kerja kita," kata Ahad Rahedi. Kehadiran beragam produk ini menunjukkan potensi besar UMKM binaan Pertamina.
Patra Niaga menargetkan kunjungan sebanyak 10.000 hingga 12.000 orang selama tiga hari perhelatan Pertamina SMEXPO Surabaya. Acara ini berlangsung mulai Jumat (10/10) hingga Minggu, menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat dan pelaku usaha. Target pengunjung yang ambisius ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi penjualan dan promosi produk UMKM.
Kolaborasi Strategis untuk Pemberdayaan UMKM
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopumdag) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan Pertamina SMEXPO. Ini merupakan kali pertama pameran tersebut diadakan di Kota Surabaya, menandai langkah penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal. Apresiasi ini menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap inisiatif Pertamina.
Febrina Kusumawati percaya bahwa gelaran Pertamina SMEXPO bukan sekadar ajang pameran biasa, melainkan bukti nyata dukungan terhadap pemberdayaan para pelaku UMKM. Khususnya, pameran ini sangat bermanfaat bagi para mitra binaan Pertamina. "Kami melihat bagaimana teman-teman UMKM itu betul-betul menjadi tulang punggung perekonomian daerah," katanya, menyoroti peran vital UMKM.
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Pertamina, menjadi kunci keberhasilan UMKM dalam menghadapi tantangan pasar. Melalui platform seperti Pertamina SMEXPO, UMKM mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan konsumen, menerima umpan balik, dan memperluas jaringan bisnis mereka. Ini adalah langkah konkret menuju kemandirian ekonomi.
Sumber: AntaraNews