Pengurus Baru MES Diharapkan Mampu Dorong Pemberdayaan Umat Ekonomi Syariah
Pengamat politik menaruh harapan besar pada kepengurusan baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1447-1452 Hijriah untuk mewujudkan pemberdayaan umat ekonomi syariah secara signifikan. Simak program strategis yang dinantikan dari tokoh-tokoh penting
Pengamat politik Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensa, menyampaikan harapannya terhadap pengurus baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1447-1452 Hijriah. Ia menekankan pentingnya kepengurusan ini untuk memberdayakan umat secara ekonomi. Pelantikan pengurus baru MES dijadwalkan pada Minggu (24/5) di Jakarta.
Kehadiran tokoh-tokoh besar seperti Rosan Roeslani, Ferry Juliantono, dan Boy Rafli Amar dalam jajaran pengurus MES membawa optimisme baru bagi iklim perekonomian nasional. Namun, Hensa menegaskan bahwa fokus utama harus tetap pada bagaimana kepengurusan ini dapat secara konkret memberdayakan umat.
Ekosistem ekonomi syariah di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, namun membutuhkan eksekusi program yang matang dan strategis. Oleh karena itu, para pengurus yang akan dilantik diharapkan mampu merumuskan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat luas.
Potensi Besar Ekonomi Syariah dan Kebutuhan Eksekusi
Indonesia memiliki potensi ekosistem ekonomi syariah yang sangat besar, namun belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Pengamat politik Hendri Satrio menyoroti bahwa potensi ini membutuhkan eksekusi yang matang dari kepengurusan baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Kepengurusan ini diharapkan dapat menerjemahkan potensi tersebut menjadi program nyata.
Kehadiran figur-figur berpengaruh seperti Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum, dan Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES, memberikan harapan baru. Rosan Roeslani sendiri menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, sementara Ferry Juliantono adalah Menteri Koperasi. Keterlibatan mereka diharapkan dapat membawa angin segar bagi pengembangan ekonomi syariah di tanah air.
Tantangan utama bagi MES bukan hanya sekadar seremoni pelantikan, melainkan bagaimana program kerja strategis lima tahun ke depan bisa menyentuh dan dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat. Fokus utama adalah pemberdayaan umat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Program Strategis MES untuk Pemberdayaan Ekonomi Umat
Kepengurusan baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) diharapkan dapat merancang program strategis yang fokus pada pemberdayaan umat. Program-program ini harus mampu membumi dan memberikan dampak nyata, terutama bagi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian.
Hendri Satrio menekankan bahwa program kerja yang akan dijalankan harus lebih dari sekadar kegiatan seremonial. Ia berharap ada inisiatif konkret yang dapat meningkatkan kapasitas ekonomi umat. Hal ini sejalan dengan visi memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.
Dengan adanya dukungan dari tokoh-tokoh kunci di pemerintahan dan sektor swasta, MES memiliki peluang besar untuk menciptakan kolaborasi yang efektif. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa program-program pemberdayaan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.
Sinyal Dukungan Presiden dan Kolaborasi Nyata
Rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara pelantikan pengurus baru MES pada Minggu (24/5) menjadi sinyal positif. Menurut Hendri Satrio, kehadiran Presiden dapat diartikan sebagai dukungan politik terhadap pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
Dukungan dari Presiden ini diharapkan dapat diterjemahkan oleh MES di bawah kepemimpinan Rosan Roeslani menjadi kolaborasi nyata. Kolaborasi tersebut penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional secara keseluruhan.
Musyawarah Nasional (Munas) VII MES pada Januari 2026 telah menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES. Dengan kepemimpinan yang kuat dan dukungan politik, MES diharapkan dapat menjalankan perannya secara maksimal dalam memajukan ekonomi umat.
Sumber: AntaraNews