Tahukah Anda Google Cloud Tangani Sepertiga Lalu Lintas Internet? CEO Ungkap Kemudahan Penerapan AI Google Cloud untuk Semua
CEO Google Cloud, Thomas Kurian, mengungkapkan visi perusahaannya untuk membuat penerapan AI Google Cloud mudah diakses oleh semua orang. Simak bagaimana fondasi global Google mendukung inovasi ini.
CEO Google Cloud Thomas Kurian menegaskan komitmen perusahaannya untuk menjadikan teknologi kecerdasan buatan (AI) mudah diterapkan. Visi ini disampaikan dalam konferensi AI Asia: Building Beyond Borders di Singapura. Tujuannya adalah memastikan aksesibilitas AI bagi semua kalangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Kurian pada Kamis, 28 Agustus, di hadapan para peserta konferensi. Ia menjelaskan bahwa infrastruktur Google Cloud dirancang homogen di seluruh dunia. Hal ini memungkinkan konsistensi dalam penerapan AI, di mana pun lokasinya.
Google Cloud berupaya menghadirkan inovasi AI yang canggih dan praktis. Dengan fondasi teknologi global, mereka ingin membuka peluang baru. Ini termasuk transformasi digital bagi organisasi serta bisnis lintas industri.
Fondasi Global Google Cloud untuk Penerapan AI
Google Cloud dibangun di atas fondasi teknologi global yang luas dan terintegrasi. Infrastruktur ini tersebar di setiap penjuru dunia, saling terhubung satu sama lain. Jaringan Google Cloud bahkan menangani sekitar sepertiga lalu lintas internet global setiap harinya, menunjukkan skala operasional yang masif.
Di atas fondasi teknis yang kuat ini, Google Cloud menambahkan kebijakan data inti yang komprehensif. Kebijakan ini dirancang untuk memungkinkan pengguna melakukan berbagai hal. Mulai dari memodernisasi infrastruktur TI, mengembangkan aplikasi inovatif, hingga memahami data dari sisi keamanan.
Kemampuan ini juga mencakup pembangunan agen dan aplikasi baru yang memanfaatkan kecerdasan buatan. Konsistensi infrastruktur ini menjadi kunci dalam mempermudah
Keamanan Data dan Kepatuhan dalam Penerapan AI
Selain konsistensi teknis, Google Cloud juga sangat memperhatikan aspek keamanan dan kepatuhan data. Infrastruktur mereka dilengkapi dengan seperangkat fitur keamanan dan kepatuhan yang canggih. Fitur-fitur ini memungkinkan pengguna untuk menjaga data mereka tetap di bawah kendali penuh.
Melalui Security Command Center, organisasi dapat memantau konfigurasi sistem mereka secara efektif. Hal ini memastikan bahwa semua sistem berjalan sesuai dengan regulasi dan standar keamanan global yang berlaku. Aspek keamanan ini krusial untuk membangun kepercayaan dalam
Komitmen terhadap keamanan data ini menjadi nilai tambah bagi pengguna. Mereka dapat berinovasi dengan AI tanpa khawatir tentang integritas atau kerahasiaan informasi mereka. Ini mendukung adopsi AI yang lebih luas dan aman.
Inovasi Model AI: Hadirnya Gemini di Singapura
Di atas fondasi dan keamanan yang kokoh, Google Cloud menghadirkan tiga lapisan teknologi utama. Lapisan pertama adalah model dasar kelas dunia, mencakup large language models, diffusion models, dan scientific models. Ini merupakan inti dari kemampuan AI yang ditawarkan.
Lapisan kedua adalah platform pengembangan aplikasi dan agen AI, yang memberikan alat bagi pengembang. Lapisan ketiga adalah agen praktis untuk berbagai kebutuhan, mulai dari sains data hingga layanan pelanggan dan keamanan siber. Semua lapisan ini dirancang untuk memfasilitasi
Pada Jumat di Singapura, Google Cloud juga mengumumkan ketersediaan Gemini, model bahasa besar terbarunya. Gemini kini tersedia di Google Cloud Singapura, menandai langkah penting dalam penyebaran teknologi AI canggih. Ketersediaan Gemini di cloud publik, on-premises, atau di edge membuka gelombang inovasi baru.
Menurut Managing Director Southeast Asia Google Cloud Mark Micallef, tren saat ini menunjukkan pemerintah, perusahaan, dan startup beralih ke Google Cloud AI. Mereka menggunakannya untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, dan meningkatkan perekonomian dalam rantai nilai. Kawasan Asia Tenggara sedang mengalami pergeseran fundamental, di mana AI menjadi teknologi paling signifikan untuk mendorong pertumbuhan. Proyeksi nilai perekonomian di kawasan ini dapat mencapai 270 miliar dolar AS berkat adopsi AI.
Sumber: AntaraNews